PDAM Kulonprogo Tunda Kenaikan Tarif

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
09 Februari 2021 11:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo urung menaikkan tarif penggunaan air bersih sebesar Rp200 per meter kubik pada 2021. Perseroan itu menunda kenaikkan karena tak ingin memberatkan pelanggan yang saat ini masih dihadapkan dalam situasi pandemi Covid-19.

"Jadi sudah ada sosialisasi dengan perwakilan pelanggan di 2019, bahwa pada 2020 ada penyesuaian tarif, kemudian di 2021 juga ada penyesuaian tarif, tapi karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga untuk penyesuaian tarif kami tunda, sambil nanti menunggu kondisi berangsur kondusif," kata Dirut PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro, Selasa (9/2/2021).

BACA JUGA : Lulusan SMK Diberi Kesempatan Kerja di PDAM Kulonprogo 

"Saya harap pelanggan bisa ikut menikmati karena seharusnya ada penyesuaian tapi tidak kami lakukan di 2021 walaupun besarnya kenaikannya waktu itu hanya Rp200 per meter kubik," imbuhnya.

Penundaan penyesuaian tarif itu kata Jumantoro telah disetujui dewan pengawas dan bupati. Menurutnya langkah ini mendapat pemakluman dan diapresiasi kepala daerah. "Belau [Bupati] sangat mengapresiasi dan memaklumi kondisi ini," ucapnya.

Selain menunda penyesuaian tarif, pada tahun ini PDAM juga meluncurkan program sambungan rumah murah. Program ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang ingin mendapat sambungan air bersih.

BACA JUGA : PDAM Kulonprogo Akan Bangun Sumur Bor di YIA 

"Pada bulan-bulan tertentu nanti akan kami luncurkan program sambungan rumah murah yang tujuannya biar masyarakat bisa terjangkau biaya pemasangan dan bisa menikmati air bersih, dalam program ini nanti ada potongan 50 persen dari tarif reguler," jelas Jumantoro.

Melalui program sambungan rumah murah, PDAM optimistis jumlah pelanggan akan meningkat. Tercatat hingga Desember 2020 sudah ada 34.437 pelanggan, atau naik dari beberapa tahun sebelumnya yang berkisar 11.000.