Pers Diharapkan Berperan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Ilustrasi. - Antaranews
10 Februari 2021 03:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah pihak memiliki harapan besar terhadap peran pers dalam penanganan pandemi Covid-19.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY Danang Wahyu Broto menilai tema HPN 2021 Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan dan Pemulihan Ekonomi meneguhkan semangat media massa berperan membantu menangani pandemi.

"Harapannya pers bisa meningkatkan perannya sebagai fungsi kontrol, terutama saat ini dalam penanganan pandemi," katanya di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) DPRD DIY, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Peringati HPN, Wartawan Magelang Ziarah ke Makam Mantan Menteri Penerangan Boedihardjo

Danang menambahkan di tengah tingginya kasus Covid-19 pemerintah tidak bisa sendiri dalam menangani pandemi. Fungsi pers sangat penting dalam membantu melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penanganan Covid-19. Seperti memberikan pemahaman terkait vaksinasi Covid-19 hingga program pembatasan kegiatan masyarakat.

"Di DIY, Covid-19 sudah mencapai 23.754 kasus dengan penambahan 206 kasus baru. Kami masih yakin bahwa pers mampu memberikan semangat, inspirasi kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi, mensosialisasikan protokol kesehatan dengan beragam cara," kata pria yang juga anggota Komisi B ini.

Baca juga: Libur Imlek: Wisatawan ke Jogja Dicek Antigen di 3 Perbatasan

Hal lain yang tak kalah penting adalah mengedukasi dalam menangkal hoaks terkait Covid-19 yang sering beredar. Sebagaimana diketahui kasus hoaks Covid-19 tergolong tinggi berdasarkan data Kementerian Kominfo hoaks Covid-19 sejak Januari 2020 hingga 2021 tercatat 1.402 hoaks yang tersebar.

"Pers diharapkan ikut menangkal informasi hoaks yang marak di sosmed mengenai Covid-19 dengan meluruskan berbagai informasi yang tidak benar. Tetapi ini sudah banyak yang melaksanakan," ujar Danang.

Dalam peringatan HPN 2021, wartawan yang bertugas di DPRD DIY membagikan ratusan nasi kotak kepada berbagai kalangan terutama penari becak, kusir andong, pedagang asongan hingga pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Malioboro.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kamiĀ  membantu masyarakat terdampak pandemi di kawasan Malioboro," kata Santoso Suparman selaku koordinator kegiatan.