PMI Sleman Makamkan 109 Jenazah Sesuai Protokol Covid-19

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
11 Februari 2021 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman telah memakamkan sekitar 109 jenazah sesuai protokol pemakaman Covid-19. Jumlah tersebut belum termasuk jenazah yang dimakamkan oleh rumah sakit dan tim TRC BPBD Sleman yang mencapai ratusan kasus.

Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono mengatakan sebanyak 109 jenazah yang dimakamkan sesuai pemakaman Covid-19 mulai terdata sejak Maret 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 jenazah merupakan pasien yang terkonfirmasi positif, 23 jenazah probable dan 28 jenazah suspek.

"Pada awal pandemi, sebanyak 16 jenazah pasien orang dalam pengawasan, dua jenazah orang dalam pemantauan dan lima jenazah bukan pasien Covid-19 hanya saja warga khawatir sehingga diterapkan pemakaman sesuai protokol," kata Sunartono, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Lima Kalurahan di Kota Jogja Zona Merah Covid-19, Ini Daftarnya

Untuk membantu proses pemakaman jenazah terkait Covid-19, PMI Sleman menyediakan armada khusus dan menyiapkan tim berjumlah 35 orang untuk melakukan prosesi pemakaman jenazah tersebut. "Saat ini petugas dari PMI Sleman hanya menjemput jenazah dan mengantarkan jenazah ke pemakaman atas permintaan dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Sleman," katanya.

Menurut Sunartono, penanganan Covid-19 merupakan tanggungjawab bersama. PMI berharap masyarakat melalui Satgas masing-masing kalurahan dapat secara mandiri melakukan penyemprotan maupun pemakaman secara mandiri. "Kami siap melakukan pendampingan, edukasi serta pemulasaran jenazah. Jenazah Covid-19 tidak berbahaya dan tidak menulari orang hidup," katanya.

Ketua Satgas Covid-19 PMI Sleman Trijoko Saptono mengatakan selain prosesi pemakaman Satgas Covid-19 PMI Sleman juga melakukan edukasi dan penyemprotan disinfektan. Sebelum bertugas personel PMI telah dibekali keterampilan managemen resiko dan penanganan pasien maupun jenazah Covid-19.

Baca juga: Objek Wisata di Gunungkidul Tetap Dibuka saat Libur Imlek

"Kami mengerahkan 154 personel mulai pengurus PMI kabupaten hingga kapanewon. Khusus pemakaman jenazah Covid-19, tentu kami melibatkan perangkat kalurahan yang ada," katanya.

Salah seorang petugas pemakaman jenazah PMI Sleman, Yusuf Toto mengaku bangga menjadi bagian dari operasi kemanusiaan tersebut. Sebagai petugas pemakaman maka tim harus rela meluangkan waktu untuk aksi kemanusiaan itu. "Sebab memakamkan jenazah Covid-19 tidak mengenal waktu bisa malam hari, pagi dan dini hari. Tidak mengenal cuaca dan kondisi tanah pemakaman. Sebab ini jenazah Covid-19 yang harus segera dimakamkan," katanya.

Baginya menjadi bagian tim pemakaman jenazah Covid-19 selama ini banyak suka, duka dan tantangan yang dihadapi. Dia hanya berharap tidak ada penolakan pemakaman jenazah di masyarakat dan masyarakat juga bisa terlibat dalam proses pemakaman dengan protokol Covid-19.

"Saya bersama tim lainnya senang meski hanya menerima ucapan terimakasih dari keluarga jenazah pasca pemakaman. Hanya saja kalau ada yang masih menolak jenazah Covid-19, hal itu menjadi tantangan dan duka bagi kami," katanya.