Jembatan Gantung Hubungkan Kalitirto-Jogotirto Segera Dibangun

Anggota DPR RI Dapil DIY Sukamto (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan jembatan gantung di Dusun Karang, Kalitirto, Berbah, Kamis (11/2/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
12 Februari 2021 05:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah akan membangun jembatan gantung di Kapanewon Berbah pada tahun ini. Jembatan gantung tersebut akan menghubungkan Dusun Karang Kalitirto dengan Dusun Ngentak Jogotirto. Salah satu tujuannya agar perekonomian masyarakat dapat bergerak.

Anggota DPR RI Dapil DIY Sukamto mengatakan rencana pembangunan jembatan gantung yang melintasi Kali Opak ini akan menghubungkan dua kalurahan, yakni Kalurahan Kalitirto dan Jogotirto, Berbah. Pembangunannya akan dilakukan pada tahun ini melalui Dana Aspirasi DPR RI.

"Ini merupakan bagian aspirasi masyarakat, pada 2019 Pemkab Sleman mengajukan jembatan gantung. Kami sampaikan aspirasi masyarakat ke Kementerian PUPR dan direalisasikan tahun ini," katanya saat meninjau lokasi pembangunan jembatan, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Begini Perayaan Imlek di Kelenteng Gondomanan Jogja

Untuk merealisasikan pembangunanya, Sukamto pun melakukan pertemuan dengan Lurah Kalitirto, Dinas PUPKP Sleman dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR. Mereka juga meninjau lokasi pembangunan jembatan gantung tersebut. Dijelaskan Sukamto, jembatan gantung tersebut hanya dapat diakses dengan jalan kaki, sepeda motor dan bukan dengan kendaraan roda empat.

"Yang paling penting hadirnya jembatan gantung ini semoga bisa memudahkan akses masyarakat dan meningkatkan perekonomian kedua kalurahan dan sekitarnya," papar Politisi PKB ini.

Selain jembatan gantung, Sukamto juga sudah menyalurkan beberapa program yang diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat DIY. Seperti program RTLH bagi 1.500 rumah di DIY di mana 800 unit berada di wilayah Sleman. Selain itu, terdapat 21 paket padat karya, bantuan bus untuk pesantren, pembangunan Rusunawa dan sejumlah program lainnya.

Baca juga: Begini Strategi Pemkot Jogja Jalankan PPKM Mikro

Ia juga akan merealisasikan 5 paket program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) baik di Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Kota Jogja. "Sleman Program Kotaku ada dua titik, untuk Gunungkidul rencananya tahun depan," katanya.

Dia berharap agar seluruh program yang dibawa melalui Dana Aspirasi DPR RI tersebut dapat terserap baik oleh masyarakat DIY. Ia mengaku masih memperjuangkan pembangunan Rusunawa bagi warga berpenghasilan kecil untuk tahun depan.

"Silahkan sampaikan aspirasinya. Sebagai wakil rakyat, saya tidak membedakan muslim dan non muslim. Saya sudah kontrakkan diri saya untuk berbakti bagi masyarakat DIY," kata Sukamto.

Kepala Dinas PUPKP Sleman Taupiq Wahyudi mengatakan pembangunan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan dua kalurahan. Meskipun hanya bisa dilewati untuk kendaraan roda dua, hal itu akan meningkatkan perekonomian warga. "Mereka akan mudah mengakses jalan dan tidak mutar jauh lagi. Apalagi ini bisa menghubungkan ke wilayah pariwisata Prambanan. Dampak ekonominya berpengaruh," katanya.

Saat ini, katanya Pemkab akan menyiapkan seluruh persyaratan agar pembangunan jembatan gantung tersebut segera direalisasikan. Segala administrasi segera disiapkan. "Anggaran dari Pusat, dikerjakan oleh Satker. Kami tentu akan support karena kami yakin ini juga akan meningkatkan potensi pariwisata di sekitar," katanya.