Pasien Covid-19 di Sleman yang Meninggal Dunia Melonjak Drastis, Sebulan Sampai 87 Orang

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
14 Februari 2021 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penambahan jumlah kasus kematian pasien positif Covid-19 di Sleman naik drastis. Berdasarkan data per 12 Februari terjadi penambahan 20 kasus dalam sehari sehingga pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 yang meninggal menyentuh angka 226 kasus.

Kondisi tersebut berdampak pada makin dekatnya rata-rata Case Fatality Rate (CFR) Sleman dengan rata-rata CFR nasional. Hingga Minggu (14/2/2021) sore, total pasien Covid-19 yang meninggal ada 229 kasus dari total 9.325 kasus sehingga nilai CFR nya 2,42. "Saat ini, CFR saat ini 2,42. Angka nasional kemarin 2,72, jadi hampir mendekati," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Minggu (14/2/2021).

Dia mengatakan penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 terjadi setelah dilakukan sinkronisasi data antara Puskesmas, Dinkes Sleman dan Dinkes DIY. Jika ditambah tiga kasus kematian pasien Covid-19 per Februari, katanya, jumlah kumulatifnya mencapai 229 kasus.

BACA JUGA: 108 Positif, 247 Sembuh, 8 Meninggal

"Terus terang itu hasil konsolidasian data antara Dinkes DIY, Dinkes Sleman dan Puskesmas. Penambahan itu hasil pencocokan selama bulan Januari yang memang banyak kasus MD tidak terlaporkan," kata Joko.

Jumlah kasus baru Covid-19 sejak penerapan PTKM sedikit demi sedikit mulai menurun. Sejak PTKM 11 Januari hingga 14 Februari atau 35 hari terakhir, merujuk data Satgas Covid-19 Sleman per 14 Februari jumlah kumulasi kasus baru sebanyak 3.218 kasus dengan jumlah kesembuhan 3.175 kasus. Adapun jumlah kasus kematian mencapai 112 kasus.

Selama Januari, kata Joko berdasarkan hasil koordinasi dengan Puskesmas dan Dinkes DIY, tercatat bahkan lebih dari 87 kasus pasien yang meninggal dunia. "Jadi hasil koordinasi menunjukkan data jumlah pasien yang meninggal pada Januari lalu memang bertambah, bukan 87 kasus seperti yang dipublish sebelumnya," kata Joko.