Puluhan Pengendara dari Luar DIY Lakukan Swab Antigen di Gunungkidul

Calon penumpang melakukan tes cepat Antigen di Stasiun Jogja, Gedong Tengen, DIY, Selasa (22/12/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
14 Februari 2021 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Upaya pemeriksaan terhadap penumpang kendaraan dari luar daerah terus dilakukan saat pelaksanaan libur Imlek. Minggu (14/2/2021), tim gabungan dari kepolisian bersama-sama dengan petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul memeriksa puluhan kendaraan dari luar DIY di Hargodumilah, Kapanewon Patuk.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, sejak libur Imlek pada Jumat (12/2/2021) terus dilakukan pemeriksaan kendaraan dari luar DIY. Selain pemeriksaan kelengkapan surat juga dilakukan swab antigen bagi pengendara yang tidak membawa rapid tes antigen.

Dia menjelaskan, selama tiga hari ada ada 62 orang yang diminta melakukan swab antigen dari tim Biddokkes Polres dan Polda DIY. “Untuk hari ini [kemarin] ada sembilan orang yang tes. Adapun hasilnya semua [baik saat tes Jumat dan Sabtu] negatif sehingga diperbolehkan meneruskan perjalanan,” kata Bayu, Minggu.

Menurut dia, tim tidak hanya memeriksa kendaraan dari luar DIY, tapi juga dilakukan pembinaan terhadap pengendara roda dua yang tidak memakai masker. Adapun hasilnya ada 25 pengendara yang tidak memakai sehingga diberikan masker oleh petugas. “Kami juga ada penertiban protokol kesehatan angkutan umum di parkiran destinasi wisata, khususnya di kawasan pantai,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengakui masih ada yang belum mematuhi protokol kesehatan di kawasan wisata. Menurut dia, pada Sabtu (13/2/2021), Komisi A melakukan inspeksi mendadak ke kawasan wisata khususnya di kawasan Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang.

Adapun hasilya masih ada pengunjung yang abai tidak jaga jarak sehingga memicu adanya kerumunan. Ery pun meminta kepada seluruh pengelola wisata untuk tertib dan terus mengingatkan kepada wisatawan agar menaati protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.

“Harus terus dingatkan pengunjung, apalagi yang datang dari berbagai daerah. Kami juga meminta kepada satgas di kapanewon maupun kalurahan untuk berperan aktif dalam pengawasan,” katanya.