Wanita Duduki Posisi Strategis di Kepengurusan PKS DIY

Sejumlah pengurus DPW PKS DIY termasuk dari kalangan wanita, Minggu (14/2/2021). - Ist/dok
15 Februari 2021 05:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY mulai menempatkan kader perempuan mendudukan sejumlah jabatan strategis di internal kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Partai yang dikenal jarang memunculkan kader perempuan di garda terdepan ini mau tidak mau harus mematuhi terkait 30% keterwakilan perempuan dalam politik.

Kepengurusan DPW PKS DIY dilantik secara virtual oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu pada Minggu (14/2/2021. M. Agus Mas'udi secara resmi menjadi Ketua DPW PKS DIY periode 2020-2025 yang menggantikan Darul Falah. Adapun keterwakilan perempuan yang menduduki jabatan strategis antara lain Dwi Nur Aini sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Ekantini Puji Basuki untuk bidang Ekonomi Keuangan Industri dan Sumaryatin untuk bidang Jaringan Usaha.

Selain itu masih ada 10 perempuan lain yang masuk dalam pengurus DPW PKS DIY. Sedangkan untuk pengurus Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DIY ada tujuh perempuan, dua di antaranya menjadi ketua bidang. "Keterwakilan perempuan sudah 30 persen masuk kepengurusan, ini amanat konstitusi," kata Agus Mas'udi.

Baca juga: Kisah Gus Miftah Pernah Ditodong Senjata saat Salat di Sarkem Jogja

Tak sekedar memenuhi amanat tersebut, Mas'udi memastikan kader perempuan yang dipilih berkompeten di bidangnya. Sehingga mereka ditempatkan di sejumlah posisi strategis. Harapannya kader perempuan yang banyak di tempatkan di bidang ekonomi terutama UMKM, mampu menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 di DIY yang penanganannya menjadi sorotan PKS.

"Kami menaruh harapan kepada srikandi yang menjadi ketua bidang di DPW PKS bisa memperkuat jaringan ekonomi di tengah masyarakat melalui UMKM. Serta memberikan masukan yang tepat kepada pembuat kebijakan. Saat pandemi banyak masyarakat berusaha bangkit melalui usaha kecil-kecilan dari level keluarga," ujarnya.

Baca juga: Pembatasan di Perbatasan Kulonprogo, 287 Kendaraan Terjaring Aparat

Kabid Pemberdayaan Jaringan Usaha DPW PKS DIY Sumaryatin menyatakan pihaknya mulai menyiapkan sejumlah program dalam berkontribusi pemulihan ekonomi dengan berangkat dari kader. Salah satunya fokus memberikan pendampingan UMKM yang banyak terdampak pandemi. Adanya bantuan tunai serta bentuk program dari pemerintah dalam memulihkan ekonomi memang layak diberikan dukungan. Namun data sasaran penerima harus diperbarui sehingga lebih tepat ke penerimanya.

"Jadi yang sekiranya masih bisa jalan sebaiknya diberikan bantuan dalam bentuk program. Tetapi yang sama sekali terhenti akibat pandemi, memang layak diberikan bantuan tunai," ujarnya.