WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Terkait naiknya angka kemiskinan di DIY, Sekda Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan saat ini ekonomi DIY dan Indonesia pada umumnya sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Pada kondisi darurat, ia mengklaim bantuan sosial sudah mengkover masyarakat miskin di DIY.
Seperti diketahui, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah penduduk miskin di DIY naik menjadi 503,14 ribu orang. Jika dibandingkan Maret 2020, terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 27,4 ribu penduduk, atau sebesar 5,76%. Covid-19 dinilai menjadi salah satu pemicunya.
“Selama periode September 2019-September 2020, persentase penduduk miskin juga mengalami peningkatan dari 11,44% menjadi 12,80%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Sugeng Arianto, Senin (15/2/2021).
BACA JUGA: Jumlah Pelanggar PTKM di Sleman Diklaim Turun
Bila merujuk data kemiskinan seluruh Indonesia, angka kemiskinan di DIY tersebut melebihi rata-rata angka kemiskinan di tingkat nasional yang hanya sekitar 10,19%. DIY bahkan masuk dalam 16 besar wilayah yang angka kemiskinannya melebihi rata-rata nasional.
“Kalau kita lihat DTKS sekitar 500.000 KK, sementara bantuan sosial tunai sudah ada sekitar 750.000 KK. Jauh di atas DTKS kita.Sehingga harapanya mereka yang dulu di atas garis kemiskinan sekarang tergelincir di bawah sudah terkover bantuan sosial,” katanya, Senin (15/2/2021).
Meski demikian ia mengakui bantuan sosial tidak bisa menyelesaikan masalah. Kedepan, langkah yang perlu diambil adalah bagaimana menggerakkan ekonomi masyarakat. “Pertama, kami akan gunakan cara padat karya pada setiap aktivitas di desa. Supaya mereka mendapat bantuan tapi dari bekerja sebagai padat karya,” ujarnya.
Kedua yakni pemberian relaksasi kepada mereka yang punya hutang di bank dengan mengurangi bunga atau menunda angsuran supaya para pelaku ekonomi dapat bergerak dulu. “Di belakang perusahaan ada karyawan, di belakang karyawan ada keluarga. Harapanya dengan begitu kalau ekonomi bisa bergerak naik akan meningkatkan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Veddriq Leonardo meraih emas dan Antasyafi Robby Al Hilmi merebut perak pada nomor speed putra World Climbing Series Chamonix 2026.
Mojtaba Khamenei berjanji membalas kematian Ali Khamenei di tengah memanasnya kembali ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.
Warung Filadelphia di Philadelphia mengenalkan kuliner dan keramahan Indonesia melalui aneka hidangan Nusantara serta pelayanan hangat.
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.