Libur Imlek di Tengah PPKM, Ada Pengunjung Tebing Breksi dari Jabodetabek dan Bali

Suasana objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
15 Februari 2021 06:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid ketiga nyatanya berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke objek wisata Tebing Breksi yang terletak di desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Penurunan terjadi sebanyak 80 persen angka kunjungan.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholik Widianto, mengatakan jika kunjungan wisatawan ke breksi sejak ditetapkannya PPKM jilid ketiga hanya sebesar 20 persen.

"Sejak diterapkannya PPKM, jumlah kunjungan di hari biasa (weekdays) itu hanya sekitar 200 orang. Sedangkan, pada weekend sebanyak 400 orang. Akhirnya, ada PTKM (jilid ketiga) ini juga drop (kunjungan wisatawan)," ujar Khalik saat diwawancarai pada Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Pembatasan di Perbatasan Kulonprogo, 287 Kendaraan Terjaring Aparat

Lebih lanjut, kunjungan wisatawan pada libur Imlek juga tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan. Angka kunjungan wisatawan baik yang berasal dari dalam DIY maupun luar DIY tidak melebihi angka 1.000 wisatawan.

"Angka kunjungan wisatawan pada libur Imlek ini sejak Jumat (12/2/2021) kemarin itu ada 600 lebih pengunjung, terus Sabtu (13/2/2021) hanya sekitar 700 sekian. Wisatawan banyak dari luar kota tidak hanya dari DIY saja. Luar kota sekitar 20-30 persen dari angka kunjungan. Ada yang dari Bali dan Jabodetabek," terangnya.

Jika dibandingkan pada libur Imlek tahun lalu, angka kunjungan di Tebing Breksi mampu mencapai puluhan ribu wisatawan. Berbanding terbalik dengan angka kunjungan libur Imlek tahun ini yang tidak mencapai angka 1.000 wisatawan.

Baca juga: Kisah Gus Miftah Pernah Ditodong Senjata saat Salat di Sarkem Jogja

"Kalau dibandingkan tahun kemarin pas Imlek puncak kunjungan mencapai 19.000 angka kunjungan wisatawan, malahan lebih hampir 20.000 angka kunjungan wisatawan," ungkap Khalik.

Kunjungan wisatawan yang berasal dari luar DIY juga diantisipasi oleh Khalik dan jawatannya untuk tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Sejumlah langkah diambil oleh pengelola Breksi agar penularan Covid-19 tidak terjadi di objek wisata ikonik di Prambanan tersebut.

"Kita anjurkan untuk reservasi online pembayaran bisa lewat transfer atau kita sediakan electronic data capture (EDC) atau scan barcode. Terus, wisatawan mulai masuk namun terlebih dahulu kita data asal pengunjung, minimal perwakilan rombongan dari mana, dan kontak yang bisa dihubungi," sambung Khalik.

"Kita cek suhu badan (wisatawan) kalau lebih dari 37,3 kita sediakan shelter untuk isolasi atau transit. Istirahat sekitar 30 menit kalau masih belum turun ya disarankan untuk berkunjung lain waktu atau kita arahkan ke rumah sakit terdekat biasanya RSUD Prambanan," papar Khalik.

Tidak berhenti sampai di situ, pengelola objek wisata Tebing Breksi juga menyiapkan sejumlah petugas pengawas protokol Covid-19 di sejumlah titik yang ada di Tebing Breksi. Posko kesehatan juga disiapkan oleh Khalik dan jawatannya sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan itu berkaitan dengan kesehatan.

"Terus kita ingatkan pengunjung saat turun dari kendaraan agar segera cuci tangan di wastafel yang telah disediakan. Di setiap titik kumpul atau spot-spot unggulan kita tambah petugas yang membawa pengeras suara untuk mengingatkan prokes. Walaupun juga sudah banyak baliho atau peringatan tentang protokol kesehatan," tukas Khalik.

"Kita sediakan juga medical room lengkap dengan tenaga medis. Minimal untuk mengecek kami sendiri pengelola. Itu swadaya kita. Walaupun kami baru mampu membayar perawat," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Harian Jogja pada Minggu (14/2/2021) siang, wisatawan yang berkunjung ke Breksi sudah menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Minimal penggunaan masker sudah mencapai sekitar 99 persen. Pengelola wisata Tebing Breksi juga tidak berhenti untuk mengingatkan wisatawan Bagar senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Wisatawan sudah disiplin dalam penggunaan masker. Ya, sudah mencapai 99 persen lah soal disiplin penggunaan masker yang dilakukan oleh wisatawan. Kecuali abis foto lupa untuk memakai (masker) kembali. Tapi rata-rata pengunjung walaupun dia tidak cuci tangan tetapi sudah bawa hand sanitizer. Sudah disiplin," pungkasnya.