PTKM Tak Berpengaruh, Puluhan Ribu Wisatawan ke Gunungkidul Selama Libur Imlek

Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
15 Februari 2021 17:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat lonjakan tingkat kunjungan selama libur Imlek mulai 12-14 Februari. Total selama tiga hari kunjungan mencapai 21.984 orang.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan Pengetatan Secara Tebatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berskala mikro tidak menyurutkan animo warga untuk berwisata. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan selama libur Imlek.

BACA JUGA: 15 Kalurahan di Jogja Zona Merah Covid

Ia mencatat selama libur tiga hari kunjungan mencapai 21.984 wisatawan. Adapun rinciannya, Jumat (12/2/2021) ada 4.557 pengunjung, Sabtu (13/2/2021) sebanyak 7.098 orang dan Minggu (14/2/2021) ada 10.329 pengunjung. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan kunjungan pada libur akhir pekan di awal Februari. “Catatan kami 6-7 Februari kunjungan hanya 9.777 pengujung. Jadi, libur imlek memberikan pengaruh peningkatan kunjungan,” kata Hary kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Menurut dia, lonjakan kunjungan ini sudah diprediksi sejak awal. Guna memastikan pengunjung mematuhi protokol kesehatan, ada tambahan personel pengawasan sebanyak 52 personel. “Dari internal dinas pariwisata ada 25 orang. Sisanya 27 petugas berasal dari luar seperti aparat TNI-Polri,” ungkapnya.

Hary mengatakan sejak diberlakukannya uji coba pembukaan destinasi wisata di akhir Juni tahun lalu, pengunjung diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Kami juga mendukung dengan adanya pengecekan suhu tubuh. Selain itu, disediakan tempat cuci tangan di kawasan wisata,” katanya.

BACA JUGA: Berkat Lemparan Tali Tambang, Gadis 19 Tahun Ini Selamat dari Banjir

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti. Menurut dia, selama uji coba, jumlah kunjungan dibatasi hanya separuh dari kapasitas normal. “Pembatasan agar bisa untuk jaga jarak sehingga tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Asti menuturkan selama uji coba jawatannya menetapkan satu hari libur untuk kegiatan bersih-bersih dan juga upaya sterilisasi. “Libur setiap Jumat. Tapi Jumat [12/2] objek wisata tetap buka karena bertetapan dengan libur imlek. Didalam edaran perpanjangan uji coba sudah dijelaskan apabila Jumat bertepatan dengan libur nasional, maka destinasi wisata tetap buka,” katanya.