Begini Strategi Pemkot Jogja Kurangi Kemiskinan

Ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Februari 2021 18:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja telah menyiapkan berbagai strategi pengentasan kemiskinan tahun ini. Strategi tersebut dibiayai dari dana keistimewaan (danais) maupun APBD.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan terdapat tiga strategi pengentasan kemiskinan dari alokasi danais, yakni pengembangan lumbung mataram yang sudah ada enam lokasi. Tiga lokasi di antaranya adalah Kalurahan Blunyahrejo, Kementren Tegalrejo; Kalurahan Purbayan, Kementren Kotagede, dan Suryodiningratan, Kementren Mantrijeron.

Heroe mengatakan lumbung mataram merupakan kegiatan berupa pembinaan wilayah sampai benar-benar mampu memproduksi hasil pangannya secara mandiri. Program tersebut nantinya juga berkalaborasi dengan kampung sayur yang sudah ada di 200 titik di wilayah Jogja.

“Danais sebagian dipake untuk satu pengembangan bidang pertanian lumbung mataram untuk membantu masyarakat dalam hal ketahanan pangan,” kata Heroe di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2021). Selain lumbung mataram juga sudah menyiapkan bantuan untuk seniman berikut kegiatannya. Dia menginginkan seniman juga tetap berkarya di tengah pandemi, namun tetap mengacu pada protokol kesehatan.

BACA JUGA: Prilly Latuconsina Main ke Pantai Gunungkidul, Caption Fotonya soal Jodoh

“Sekarang konsentrasi seni budaya jalan dan even prokes Covid-19 juga jalan,” ujar Heroe. Kemudian ketiga adalah penataan kawasan.

Menurut dia, penataan kawasan yang dilakukan di Jogja dengan danais semata-mata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, “Kalau orang banyak datang diharapkan bisa membelanjakan uangnya sehingga masyarakat sekitar terkena imbasnya,” ucap Heroe.

Namun demikian politikus Partai Amanat Nasional ini tidak menyebutkan berapa danais untuk pengendatasan kemiskinan. Selain melalui danais, kata Heroe, APBD juga digunakan untuk pengentasan kemiskinan, di antaranya dengan pemberdayaan warga sekitar. Berbagai kegiatan pembangunan di wilayah Jogja harus menggunakan tenaga atau sumber daya masyarakat sekitar.

Pihaknya juga tengah mengkalaborasikan kampung sayur dan hasil budi daya pertanian dan perikanan untuk disuplai pada e-warung dalam mencukupi kebutuhan warga yang mendapat bantuan program keluarga harapan (PKH).

Kedua, mengurangi beban masyarakat, salah satunya dengan menggratiskan sejumlah layanan dan menambah pengeluaran puslsa dengan memperbanyak kampung wifi, “Sekarang sudah ada 300 titik wiwi, kami targetkan sampai pertengahan tahun semua tersambung internet,” kata Heroe.

Ketiga adalah dengan mempertahankan agar tidak terjadi inflasi yang dapat membebani masyarakat, “Kami mendorong bagaimana harga kebutuhan pokok tidak terjadi inflasi,” ucap Heroe.

Lebih lanjut Heroe mengatakan angka kemiskinan di Jogja naik 6,7% pada 2020 lalu dan 7,25% pada 2021. Tingginya angka kemiskinan karena sebagian besar ekonomi masyarakat di Jogja mengandalkan sektor pariwisata dan pendidikan. Sementara sektor pariwisata dan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini vakum. Banyak kegiatan pariwisata terhenti sehingga butuh strategi-strategi lainnya untuk menumbuhkan perekonomian warga. “Pekerjaan rumah kita sekarang adalah bagaimana sektor kesehatan jalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan minimal 5M dan kegiatan perekonomian juga jalan. Ini yang harus kita perhatikan,” tandas Heroe.