Kulonprogo Perketat Pengawasan Perbatasan, Ini Alasannya

Ilustrasi. - Freepik
16 Februari 2021 13:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bakal memperketat wilayah perbatasan menyusul adanya klaster kegiatan ibadah di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo. Masyarakat yang berada di wilayah perbatasan dinilai rentan terpapar Covid-19.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana, mengatakan jika wilayah perbatasan yang ada di Kulonprogo patut menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah Kapanewon yang ada di Bumi Binangun berbatasan langsung dengan kabupaten lain seperti Purworejo, Sleman, dan Bantul.

"Area perbatasan ini memang rancu. Seperti di Samigaluh itu kan berbatasan dengan kabupaten lain seperti di Nanggulan dan Lendah. Sebetulnya daerah perbatasan ini rawan terpapar Covid-19  karena perbedaan penanganan dan dari segi pengetatan wilayah itu berbeda," ujar Fajar saat dikonfirmasi pada Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA : Pembatasan di Perbatasan Kulonprogo, 287 Kendaraan

Lebih lanjut, Fajar menyoroti soal protokol pencegahan penularan Covid-19 baik dari masyarakat di wilayah Kulonprogo maupun kabupaten lain yang jika tidak dilakukan secara serius bakal menimbulkan terjadinya penularan Covid-19. Fajar meminta agar wilayah perbatasan dilakukan pengawasan.

Seperti di Samigaluh itu, saat kita menerapkan pengetatan wilayah tiga bulan yang lalu, yang dari luar sana gak pakai masker, sekuat apapun kita di sini kalau jabupaten lain tidak tegas di perbatasan ya berpotensi bakal menularkan ke masyarakat kita. Itu pasti. Makanya perbatasan di seperti di Jangkaran itu harus terpantau. Setiap kegiatan masyarakat harus terpantau," ungkap Fajar.

Fajar tidak memungkiri jika masyarakat Kulonprogo yang berada di perbatasan sering keluar masuk wilayah perbatasan karena memang mempunyai sejumlah kepentingan, seperti transaksi dagang, bekerja di kabupaten lain, dan hubungan kekerabatan. Oleh karena itu, Fajar meminta agar warganya senantiasa disiplin dalam menjalankan protokol Covid-19.

BACA JUGA : Belasan Orang Terjaring Razia Tes Antigen di Perbatasan 

"Paling tidak aktivitas keluar masuk perbatasan harus dilakukan pengawasan. Mereka kan tetap saja tetangga ya walaupun beda wilayah. Aktivitas lainnya seperti transaksi dagang dan yang berkaitan dengan pekerjaan harus selalu aman. Protokol Covid-19 harus ditegakkan," katanya.

"Jika memang warga di perbatasan sering berkomunikasi dengan tetangganya di perbatasan ya protokolnya harus ketat. Jangan sampai membawa virus ke tempat kita," ujarnya

Upaya pengawasan, lanjut Fajar, sudah dilakukan ia dan jawatannya di perbatasan. Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo sudah melakukan sejumlah operasi terkait dengan penegakan Protokol Covid-19 di sejumlah titik di wilayah perbatasan.

"Kita sekarang terus melakukan operasi yang dilakukan oleh Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo di wilayah perbatasan. Kita juga mengharapkan satgas Covid-19 kalurahan yang berada di wilayah perbatasan untuk juga ikut dalam melakukan penjagaan," katanya.

BACA JUGA : Mulai Besok, Perbatasan Kulonprogo-Purworejo Akan 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulon Progo, Sumiran, mengatakan jika pihaknya sudah melakukan upaya pengawasan di wilayah perbatasan. Upaya sosialisasi kepada warga dan operasi penegakan protokol Covid-19 juga dilakukan oleh jawatannya guna meminimalisir terjadinya kasus Covid-19 di wilayah perbatasan

"Ya, kita setiap hari juga patroli di wilayah perbatasan dan terus mengedukasi masyarakat soal protokol pencegahan penularan Covid-19 dan mengingatkan agar masyarakat perbatasan selalu melakukan 3M. Patroli kami lakukan di Jalan Daendels dan padukuhan ngelak, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon," ucapnya.