5 Kecamatan di Jogja Rawan Banjir Lahar Merapi, Ini Daftarnya

Erupsi Gunung Merapi, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
18 Februari 2021 15:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja menyebut lima kemantren (kecamatan) di Jogja yang rawan banjir lahar dari Gunung Merapi. Kelima kecamatan tersebut adalah Tegalrejo, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, dan Mergangsan.

Kepala Pelaksana BPBD Jogja, Nur Hidayat mengatakan lima kemantren yang rawan banjir tersebut semuanya di bantaran Sungai Code. “Kalau masalah banjir tentunya yang dilewati sungai rawan semua kriterianya banjir terutama Code kaitannya dengan lahar Merapi, lewat kali Boyong arahnya ke Code. Semua yang dilewati Code rawan banjir,” kata Nur Hidayat, Kamis (18/2/2021).

BACA JUGA: KPK Geledah Kantor Disdikpora DIY Terkait Dugaan Korupsi Mandala Krida

Selain rawan banjir, kawasan bantaran sungai Code juga rawan longsor, terutama di bagian tebing tinggi dan kontur tanahnya tidak terlalu padat sehingga bisa terjadi longsor.

BPBD Jogja sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya pantauan ketinggian debit air sungai di Ngentak, Sriharjo, Sleman. “Kalau di pos satu [Ngentak, Sriharjo, Sleman] kedalaman air sudah 1,5 meter dari dasar sungai dan Kota Jogja hujan, kemungkinan di sini harus siaga, warga harus segera evakuasi dari pinggir sungai,” ucap Nur Hidayat.

BPBD Jogja juga sudah memasang tujuh alat early warning system  (EWS) atau peringatan dini bencana banjir. Ketika pantauan sungai dari utara sudah melebihi 1,5 meter, tim akan menginformasikan kepada warga melalui EWS untuk waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang sudah disediakan.

Sejauh ini, ketinggian air Sungai Code masih aman. Ketinggian air sungai terjadi saat hujan selama empat hari pada dua pekan lalu, tetapi debit air Sungai Code masih sekitar satu meter dari dasar sungai.

BACA JUGA: DP 0 Persen untuk Kredit Motor Resmi Berlaku Mulai 1 Maret

Nur Hidayat mengaku sudah terkondisikan melalui Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang sudah terbentuk terutama di sepanjang bantaran sungai. Menurut dia, setiap kemantren sudah ada forum sosialisasi KTB

“Jadi di situ kami sosialisasikan terkait ancaman banjir dan La Nina dan penanganan Covid-19, termasuk mitigasi. Mereka sudah punya tempat pengungsian di balai RW,” kata Nur Hidayat.

BPBD Jogja juga sudah menyiapkan anggaran terkait penanganan bencana ini.