Padat Karya 2021 Gunungkidul Telan Rp4,4 miliar

Ilustrasi program padat karya - JIBI
20 Februari 2021 02:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Program padat karya pada 2021 akan diselenggarakan di sejumlah kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp4,4 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan, pelaksanaan program padat karya salah satunya untuk mengurangi jumlah keluarga miskin. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan harus melibatkan tenaga kerja lokal di wilayah yang mendapatkan program.

“Namanya padat karya istimewa. Arahannya infrastruktur sesuai prioritas kebutuhan di kalurahan,” kata Sri kepada Harianjogja.com, Jumat (19/2/2021).

Dia menjelaskan untuk pembiayaan program ada yang bersumber dari dana keistimewaan dan bantuan keuangan khusus dari Pemerintah DIY. Untuk dana keistimewaan mendapatkan alokasi sekitar Rp900 juta, guna pembangunan infrasrukutr di Kalurahan Jerukwudel, Jepitu, Natah, Girisuko dan Banyusoco.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di DIY Tak Sebanding dengan Jumlah Penerima, Ini Datanya!

Sedangkan untuk BKK dari provinsi ada sebanyak 22 lokasi dengan nominal dana Rp160 juta per titiknya. “Kalau ditotal ada sekitar Rp4,4 miliar untuk program padat karya di tahun ini,” kata dia.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungidul, Ahsan Jihadan mengatakan, untuk BKK padat karya ada di 22 lokasi. Adapun program palin banyak digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan jalan yang sudah ada. “Masing-masing lokasi mendapatkan anggaran Rp160 juta,” katanya.

Ahsan mengatakan, program padat karya masih dalam perencanaan. Meski demikian ada harapan dengan pelaksanaan tersebut dapat mendongkrak ekonomi bagi warga sekitar karena ada persyaratan harus melibatkan tenaga kerja lokal. “Kalau pelaksanaan akan kami kabari karena masih dalam perencanaan. Yang jelas, program ini untuk memberdayakan masyarakat agar mendapatkan penghasilan,” katanya.