Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai melakukan pendataan program vaksinasi covid-19 untuk tahap kedua mulai Senin (22/2/2021) hingga Minggu (28/2/2021). Kalangan lansia belum masuk kelompok prioritas untuk tahap kedua ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan khusus untuk Sleman masih belum fokus memberikan vaksin bagi lansia. "Kami masih menunggu kebijakan dari pusat untuk sementara vaksinasi bagi kelompok lansia masih difokuskan pada lansia di ibu kota propinsi," kata Novi, usai Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Kedua yang digelar Dinkes Sleman melalui aplikasi zoomeeting, Senin (22/2/2021).
BACA JUGA : Covid-19 Klaster Pendidikan Masih Muncul di Sleman
Pada tahap kedua, katanya, sasaran vaksin diberikan pendidik, tokoh agama, pegawai pemerintah, TNI, polri, transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media, DPR/DPD/DPRD, BUMN, BUMD. Jika memiliki komorbid maka pemberian vaksin masih bisa dilakukan asal tidak memiliki komplikasi apapun.
"Kami sarankan yang punya komorbid untuk konsultasi lebih dulu dengan dokter yang menanganinya, yakni dokter spesialis dan pemberian vaksin sebaiknya dilakukan di rumah sakit," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan pemberian vaksinasi pada tahap pertama mencapai 89% untuk dosis pertama dan 85% untuk dosis kedua atau 14.500 sasaran dari sekitar 17.000 SDM Kesehatan. Capaian tersebut dinilai sudah melampaui target 85%. Dinkes menilai program vaksinasi tahap pertama dinilai berhasil. Sambil menyelesaikan tahap pertama untuk SDM kesehatan hingga akhir Februari, Dinkes juga melaksanakan pendataan vaksinasi tahap dua untuk petugas pelayanan publik.
"Memang untuk vaksinasi tahap pertama belum bisa 100% karena sasarannya terus bertambah. Semula lansia tidak masuk, ibu hamil, ibu menyusui, penyintas Covid-19, pemilik komorbid tidak masuk, kemudian ada perubahan kebijakan sudah bisa diberikan," katanya.
BACA JUGA : Ini Klaster-Klaster Covid-19 di DIY
Pelaksanaan vaksinasi, lanjut Joko, salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Pemerintah pun menargetkan program vaksinasi secara bertahap hingga akhir Desember 2021. Secara umum, katanya, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama untuk SDM Kesehatan berjalan baik.
"Rintangan tahap pertama mudah diatasi, baik pendaftaran, pelaksanaan vaksin hingga pemantauan setelah pemberian vaksinasi," katanya.
Berbeda dengan tahap pertama, kata Joko, pelaksanaan vaksinasi di tahap kedua ini memiliki tantangan tersendiri. Terutama masalah pendataan. Sebab dari segi jumlah, kata Joko, jika seluruh pelayan publik bisa tercover ada sekitar 150.000 baik pelayan publik maupun lansia di Sleman.
"Tidak mudah mendata seluruh pelayan publik. Ada pedagang pasar, pelayanan publik lainnya, itu cakupannya luas. Pelaku wisata sebelumnya hanya yang didestinasi wisata, tapi diperluas sampai perhotelan, restoran dan semacamnya," katanya.
Joko mengatakan, untuk kelompok lansia bukan berarti tidak masuk prioritas. Hanya saja, pemerintah masih menfokuskan pemberian vaksin bagi lansia saat ini hanya untuk ibukota provinsi.
BACA JUGA : Menulari Tetangga, Keluarga di Danurejan Jadi Klaster Baru
"Sebetulnya lansia termasuk prioritas di tahap ke dua ini. Tapi sementara baru diberikan di ibukota provinsi. Sepertinya lebih ke ketersediaan vaksin saja. Meskipun begitu, kami tetap akan melakukan pendataan bagi lansia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.
Harga chip memori Apple dengan Samsung dilaporkan naik 30%–40%. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga iPhone pada 2027.