Sleman Belum Fokuskan Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
23 Februari 2021 13:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai melakukan pendataan program vaksinasi covid-19 untuk tahap kedua mulai Senin (22/2/2021) hingga Minggu (28/2/2021). Kalangan lansia belum masuk kelompok prioritas untuk tahap kedua ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan khusus untuk Sleman masih belum fokus memberikan vaksin bagi lansia. "Kami masih menunggu kebijakan dari pusat untuk sementara vaksinasi bagi kelompok lansia masih difokuskan pada lansia di ibu kota propinsi," kata Novi, usai Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Kedua yang digelar Dinkes Sleman melalui aplikasi zoomeeting, Senin (22/2/2021).

BACA JUGA : Covid-19 Klaster Pendidikan Masih Muncul di Sleman

Pada tahap kedua, katanya, sasaran vaksin diberikan pendidik, tokoh agama, pegawai pemerintah, TNI, polri, transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media, DPR/DPD/DPRD, BUMN, BUMD. Jika memiliki komorbid maka pemberian vaksin masih bisa dilakukan asal tidak memiliki komplikasi apapun.

"Kami sarankan yang punya komorbid untuk konsultasi lebih dulu dengan dokter yang menanganinya, yakni dokter spesialis dan pemberian vaksin sebaiknya dilakukan di rumah sakit," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan pemberian vaksinasi pada tahap pertama mencapai 89% untuk dosis pertama dan 85% untuk dosis kedua atau 14.500 sasaran dari sekitar 17.000 SDM Kesehatan. Capaian tersebut dinilai sudah melampaui target 85%. Dinkes menilai program vaksinasi tahap pertama dinilai berhasil. Sambil menyelesaikan tahap pertama untuk SDM kesehatan hingga akhir Februari, Dinkes juga melaksanakan pendataan vaksinasi tahap dua untuk petugas pelayanan publik.

"Memang untuk vaksinasi tahap pertama belum bisa 100% karena sasarannya terus bertambah. Semula lansia tidak masuk, ibu hamil, ibu menyusui, penyintas Covid-19, pemilik komorbid tidak masuk, kemudian ada perubahan kebijakan sudah bisa diberikan," katanya.

BACA JUGA : Ini Klaster-Klaster Covid-19 di DIY

Pelaksanaan vaksinasi, lanjut Joko, salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Pemerintah pun menargetkan program vaksinasi secara bertahap hingga akhir Desember 2021. Secara umum, katanya, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama untuk SDM Kesehatan berjalan baik.

"Rintangan tahap pertama mudah diatasi, baik pendaftaran, pelaksanaan vaksin hingga pemantauan setelah pemberian vaksinasi," katanya.

Berbeda dengan tahap pertama, kata Joko, pelaksanaan vaksinasi di tahap kedua ini memiliki tantangan tersendiri. Terutama masalah pendataan. Sebab dari segi jumlah, kata Joko, jika seluruh pelayan publik bisa tercover ada sekitar 150.000 baik pelayan publik maupun lansia di Sleman.

"Tidak mudah mendata seluruh pelayan publik. Ada pedagang pasar, pelayanan publik lainnya, itu cakupannya luas. Pelaku wisata sebelumnya hanya yang didestinasi wisata, tapi diperluas sampai perhotelan, restoran dan semacamnya," katanya.

Joko mengatakan, untuk kelompok lansia bukan berarti tidak masuk prioritas. Hanya saja, pemerintah masih menfokuskan pemberian vaksin bagi lansia saat ini hanya untuk ibukota provinsi.

BACA JUGA : Menulari Tetangga, Keluarga di Danurejan Jadi Klaster Baru 

"Sebetulnya lansia termasuk prioritas di tahap ke dua ini. Tapi sementara baru diberikan di ibukota provinsi. Sepertinya lebih ke ketersediaan vaksin saja. Meskipun begitu, kami tetap akan melakukan pendataan bagi lansia," katanya.