Santunan bagi Penyintas Covid-19 yang Meninggal di Sleman Dihentikan

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
24 Februari 2021 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah melalui Kementrian Sosial (Kemensos) RI mengentikan seluruh santunan bagi ahli waris keluarga yang meninggal dunia akibat Covid-19. Penghentian tersebut disebabkan lantaran anggaran pemerintah untuk 2021 saat ini difokuskan untuk pengadaan vaksinasi.

Plh Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan anggaran pemberian santunan ditiadakan karena pemerintah pusat merefokusing anggaran untuk penyediaan vaksin Covid-19. Pemkab juga tidak menganggarkan pemberian santunan kepada keluarga pasien yang meninggal. "Anggaran APBD 2021 juga sudah direfokusing untuk pengadaan vaksinasi. Karena itulah santunan bagi korban Covid-19 tidak dianggarkan," kata Harda, Rabu (24/2/2021).

Bagi Harda, refokusing anggaran untuk pengadaan vaksin juga sangat mendesak dilakukan karena bertujuan untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19. "Daerah tidak mempunya kemampuan untuk mengganti anggaran tersebut. Menurut saya itu juga sangat rasional jika pemerintah pusat menambah alokasi anggaran untuk pembelian vaksin," katanya.

BACA JUGA: Calon Penerima Program Graduasi PKH di Bantul Mulai Disaring

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargono mengatakan Dinsos tidak lagi memberikan rekomendasi pengajuan santunan kematian bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) No. 150/3.2/BS.01.02/02/2021 yang ditandatangani oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kemensos RI, Sunarti dan Surat dari Dinsos DIY No.460/01517 yang ditandatangani Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih.

"Jadi kami tidak memberikan rekomendasi lagi untuk pengajuan santunan kematian bagi korban Covid-19 ke Kemensos. Kalau pemberian santunan dialihkan ke daerah, jelas kemampuan anggaran kami tidak kuat, wong untuk BST saja tidak dianggarkan," tegasnya.

Tahun lalu, Direktorat perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI memang menganggarkan santunan kematian bagi korban Covid-19. Hal itu berdasarkan SE
No.427/3.2/BS.01.02/06/2020 tentang Penanganan perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona (COVID-19). Santunan yang diberikan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta.

Pengajuan santunan dilakukan melalui Dinsos kabupaten hingga Provinsi sebelum disampaikan ke Kemensos dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Di DIY hingga saat ini tercatat 151 ahli waris yang mengajukan santunan kematian. Data tersebut dihimpun dari seluruh Dinsos tingkat kabupaten dan kota sejak Januari 2021 dan baru diusulkan ke Kemensos RI pada 5 Februari 2021 lalu.

Dari 151 ahli waris yang mengajukan, sebanyak 40 jiwa berasal dari Sleman. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman Sigit Indarto. "Yang sudah mengajukan sampai 19 Februari 40 permohonan. Selama 2020 terdapat 3 pemohon dan 2021 sebanyak 37 pemohon," katanya.

Hanya saja berapa jumlah santunan yang diterima belum ada kejelasan. Baik pada 2020 maupun 2021. Sebab tugas Dinsos Sleman hanya mengajukan dan merekomendasikan data. "Kalau yang sudah menerima atau belum santunan kematian, kami belum mengetahui. Tugas Dinsos Sleman hanya memberikan surat pengantar permohonan rekomendasi ke Dinsos DIY,"katanya.