Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tujuh tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkoba yang diungkap Polda DIY, Kamis (25/2/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Selama Januari 2021, Polda DIY ungkap 25 kasus dengan 26 tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Awal tahun ini mulai banyak beredar beragam jenis psikotropika dan narkotika.
Kasubbid Penmas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, menjelaskan dari total 25 kasus tersebut, telab diamankan barang bukti sebanyak 50,62 gr sabu, 17,11 gr ganja, 122,76 gr tembakau gorila, 5.218 butir pil Trihexylpenidyl, 203 pil Alprazolam dan 2.500 butir pil Tramadol HCL.
Baca juga: Gunungkidul Diminta Perbarui Peta Kerawanan Covid-19 Tingkat RT
"Beberapa tersangka yang menonjol EP, perempuan 38 tahun, TKP Kebumen; EYF, 19 tahun, TKP Condongcatur; SN, 42 tahun, TKP Banguntapan; RHP, 19 tahun, TKP Banguntapan; TYP, 25 tahun, TKP Kalasan; WS, 21 tahun, TKP Berbah; ANS, 23 tahun, TKP Umbulharjo," ujarnya, Kamis (25/2/2021).
Dari sejumlah tersangka tersebut, polisi berhasil menyita barangbukti dari EP 34,4 gr sabu; MYF 4,r gr sabu, 100 pil Alprazolam dan 10 butir Mersi Propier; SN 4,11 gr sabu; RHP 20 pil Alprazolam, 2.500 pil Tramadol HCL dan 4.043 pil Trihexylpenidyl.
Kemudian TYP 17,02 gr tembakau gorila, 0,49 gr ganja; WS 1 gr tembakau gorila, ANS 20,61 tembakau gorila. Para tersangka jni dikenakan pasal penyalahgunaan narkotika, penyalahgunaan narkotika atau penyalahgunaan obat terlarang.
Baca juga: Hati-Hati, Jam 13.00 WIB Diprediksi Ada Hujan Petir di Gunungkidul. Ini Wilayahnya...
Dirresnarkoba Polda DIY, Kombes Pol Ari Satriyan menuturkan SN dan EP merupakan satu jaringan yang mendapatkan sabu dari seorang berinisial A, yang saat ini masih dalam pencarian di Purwokerto. "Yang lain rata- rata dari media sosial, online shop," ungkapnya.
Pada awal tahun ini, ia melihat mulai banyak lagi jenis narkotika dan psikotropika yang beredar, setelah pada pandemi 2020 lalu peredaran didominasi oleh pil G atau pil koplo. "Obat G harganya murah. Ekonomi turun efeknya cari yang lebih murah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
DPRD DIY memperjuangkan kenaikan Danais 2027 setelah alokasi turun menjadi Rp1 triliun. APBD DIY ditargetkan ditetapkan 20 November 2026.
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.
Pemerintah melanjutkan program 25 juta rekening warga miskin melalui BRI dan BSI dengan anggaran Rp1,28 triliun.
Kelurahan Tegalpanggung mengembangkan delapan kelompok kesenian untuk mencegah kenakalan remaja, memberdayakan warga, dan mendukung kampung wisata.