Kisah Miliarder Purwomartani Tak Tergoda Beli Mobil dari Hasil Ganti Rugi Tol

Sejumlah warga Purwomartani mengurus dana ganti kerugian pembangunan jalan tol Jogja-Solo di Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Kamis (25/2). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
27 Februari 2021 10:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sekelompok warga berkaus biru mendatangi Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan. Di belakang kaus ada tulisan mencolok "Paguyuban Waterpak Tol Joglo 2020 Temanggal Purwomartani". Tulisan berwarna putih itu, mengelilingi gambar bangunan simpang susun sebuah tol. 

Suwarto, 49, salah satu warga Temanggal, juga ikut mengenakan seragam itu. Ia berseloroh, jika seragam tersebut bukan berasal dari sebuah destinasi wisata. "Ini bukan destinasi wisata seperti waterpark umumnya. Waterpak di sini singkatan dari warga terdampak, tol Jogja Solo. Ada 170an anggotanya," ucapnya sambil tersenyum.

BACA JUGA : Miliarder Purwomartani Diimbau Gunakan Uang Ganti Rugi

Sambil membolak balikkan ponselnya, Warto sapaan akrab pria itu bercerita jika Paguyuban Waterpak Tol dibentuk tidak hanya untuk menjaga silaturahmi antar warga terdampak. Paguyuban ini juga memberikan edukasi bahkan advokasi bagi warga terdampak lainnya jika menemui kendala dalam menyiapkan berkas.

"Ada pengurusnya. Dibentuk sejak dilakukan pemberkasan lahan terdampak. Jadi kami ibarat relawan yang siap membantu warga terdampak tol lainnya. Ya sebatas yang kami tahu," ujar dia.

Warto salah seorang dari pemilik 294 bidang terdampak tol di Purwomartani yang mendapat dana ganti kerugian. Lahan sawahnya seluas 800 meter persegi dihargai oleh LMAN sebesar Rp2,5 miliar. Tidak hanya lahan pertanian miliknya, lahan pertanian milik istrinya juga terkena proyek jalan tol. Hanya saja, lahan milik istrinya merupakan tanah waris yang akan dibagi dengan dua saudara lainnya.

Meski menjadi miliarder, ia mengaku tetap memprioritaskan dana tersebut untuk kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan sekunder lainnya. "Ya saya mau bangun gubuk dulu, soalnya belum punya. Selama ini masih numpang di rumah kakak. Kebetulan masih ada bidang tanah lainnya yang akan digunakan untuk rumah," katanya.

BACA JUGA : Dana Tol Jogja Cair Ratusan Miliar, Dealer Mobil Langsung

Warto cukup rasional dan memperhitungkan secara matang masa depannya. Namun ia tidak gelap mata menghamburkan seluruh dana kompensasi untuk kepentingan sesaat. Apalagi anak pertamanya masih kelas 3 SMA dan sebentar lagi lulus.

"Tentu membutuhkan biaya [kuliah]. Anak kedua saya kelas lima SD, jadi masih butuh biaya sekolah. Lagian saya masih belum bisa bawa mobil," katanya.

Dia mengaku banyak ditawari berbagai merek mobil. Namun hatinya tetap keukeh untuk mengembalikan uang hasil ganti kerugian tanah itu kembali ke tanah. Jika gelap mata, bisa saja ia memborong tiga mobil mewah sekaligus.

"Kalau rumah sudah bangun, sebagian untuk cari lahan pertanian lainnya. Kalau masih ada sisa baru beli mobil. Jadi rumah dulu, sawah, untuk mobil belum dulu lah," katanya.

Tidak hanya Warto, warga lainnya Yuli Lestari, warga Temanggal juga akan memanfaatkan ganti kerugian tersebut untuk membangun rumah di wilayah Tirtomartani, Kalasan. Sawahnya di Temanggal merupakan tanah waris yang nanti hasilnya akan dibagi dua dengan kakaknya. Namun ia malu-malu menyebutkan jumlah nominal ganti kerugian yang diterima.

BACA JUGA : 125 Bidang Tanah di Purwomartani Diajukan Ganti Rugi To 

"Yang utama bangun rumah, sudah ada lahannya di Tirtomartani. Kalau masih ada sisa uang, saya mau cari tanah sawah yang lebih murah harganya," ujar Yuli.

Miliader lainnya adalah Suparmadi, 39 warga Temanggal 2. Lima bidang lahan miliknya sudah dibayar semuanya. Total ia menerima lebih dari Rp9 miliar. Dua bidang tanah seluas 750 meter persegi dibayar pada tahap pertama senilai hampir Rp3 miliar. Bidang ketiga, dibayar pada tahap kedua.

Terakhir dua bidang lainnya dibayar Rabu (24/2) kemarin. Ia menerima Rp1,7 miliar untuk 153 meter persegi dan Rp4,5 miliar untuk 442 meter persegi bangunan rumah dan pekarangan miliknya. Tak ayal, Suparmadi salah satu warga yang banyak dikejar sales dealer mobil.

Meski begitu, ia mengaku tidak kebingungan untuk mencari lahan pengganti. Sebab, Suparmadi sudah memiliki calon lahan pengganti yang tak jauh dari lahan yang terdampak tol. "Uangnya nanti saya buat bayar tanah itu, kemudian untuk membangun rumah dan usaha saya. Kalau masih ada sisanya, dananya untuk pengembangan usaha," ujarnya.

Beberapa sales mobil terlihat mengejar warga yang sudah menerima dana ganti kerugian. Mereka memberikan selembar list daftar harga mobil kepada warga. Usut punya usut, ada juga warga yang tetap membeli mobil. "Ya ada satu di sini, dua lainnya ke kantor. Kalau transaksi di sini katanya malu, jadi langsung ke kantor," ujar salah seorang sales Toyota yang enggan disebutkan namanya.

Panewu Kalasan Siti Anggraeni Susila Prapti mengatakan saat menerima uang dengan jumlah yang sangat besar, cukup manusiawi orang tergoda membeli barang-barang mewah. Namun, ia tetap mengingatkan agar warga terdampak mengutamakan dananya untuk mencari lahan pengganti.

BACA JUGA : Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di Kadirojo Terbesar Rp7 Miliar

"Harapan saya masyarakat tidak menggunakan dananya untuk hal hal yang tidak penting. Kehilangan tanah untuk membeli tanah. Itu sudah saya tekankan kepada masyarakat," katanya.

Harapan yang sama diutarakan Lurah Purwomartani Semiono. Dia berharap agar warga yang menerima dana ganti kerugian tetap memprioritaskan dananya untuk membeli lahan pengganti. "Kalau yang memesan atau membeli mobil saya belum mendengar. Kalau yang beli motor ada beberapa tapi itu masih wajar," katanya.

Menurutnya, banyak warga yang kaget mendapatkan dana miliaran tersebut. "Jangankan bermimli punya uang sebesar itu, melihat saja belum pernah. Ya saya harap proses pembayaran ganti kerugian tol ini tidak menimbulkan masalah baru," katanya.