DPRD DIY: Pembangunan Tol Harus Munculkan Pusat Ekonomi Baru

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
08 Maret 2021 08:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta kepada pihak terkait untuk segera menyiapkan berbagai keperluan dalam menindaklanjuti akan segera dimulainya pembangunan jalan tol di wilayah DIY. Salah satunya menyiapkan sejumlah titik yang akan menjadi pusat ekonomi baru di kawasan exit tol.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga mengaku telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi warga terdampak pembangunan tol, salah satunya tol Jogja-Bawen untuk wilayah Seyegan dan Mlati. Menurutnya soal pembebasan lahan tidak ada persoalan yang berarti. Karena ganti rugi yang diberikan pemerintah juga tergolong tinggi sehingga sesuai dengan keinginan masyarakat.

BACA JUGA : Rp2 Triliun Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Tol Jogja

“Kami mendukung, tahapan 2021 pembebasan tanah, kemarin kami sudah meninjau ke lapangan, langsung ketemu Pak Camat dan semua desa terdampak, secara umum tidak tidak masalah mereka siap lahannya dipakai, karena sekarang ini namanya bukan ganti rugi, tetapi ganti untung,” kata politikus PDIP ini pada Jumat (5/3/2021) lalu.

Berdasarkan data trase Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo nantinya akan melintasi dua provinsi, yakni trase yang terletak di DIY sepanjang 60,93 Kilometer dan trase yang terletak di Jawa Tengah sepanjang 35,64 Kilometer. Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada tahun 2023 dan akan beroperasi penuh pada tahun 2024.

Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo terbagi atas tiga seksi, yakni sesi I dari Kartasura-Purwomartani Sleman (42,37 km), sesi II Purwomartani Sleman-Gamping Sleman (23,42 km), sesi III Gamping Sleman-Purworejo Jawa Tengah (30,77 km). Untuk wilayah DIY, pembangunan tol Jogja-Bawen dilintasi sepanjang 8,7 kilometer. Total investasi tol tersebut mencapai Rp14,26 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

BACA JUGA : Tol Solo-YIA Jadi Tiga Sesi, Ini Sesi yang Paling Terakhir

Gimmy meminta pihak terkait agar merespons dengan cepat terhadap pembangunan tol di DIY. Segala hal harus dipersiapkan, seperti menetapkan titik pusat ekonomi baru yang memungkinkan dibangun di sekitar pintu keluar tol. Hal ini sangat berkaitan dengan penyiapan lahan dan tata ruang. Melalui persiapan yang matang, masyarakat DIY terutama sekitar tol diharapkan merasakan dampak secara ekonomi.

“Harapannya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, ada tiga titik exit, ini harus direspons cepat, bagaimana agar ada kawasan pusat ekonomi di sekitar exit tol. Misalnya ada tempat buka rumah makan, kuliner. Jika memungkinkan itu exit-nya diusulkan ditambahi, jadi sebelum berangkat ke Semarang atau Solo ada rest area, untuk warga bisa buka usaha,” ucapnya.