Hampir 90 Persen Pelayan Publik di Bantul Divaksin

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
12 Maret 2021 05:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Hampir sepekan berlalu, vaksinasi bagi pelayan publik di Bantul nyaris selesai. Cakupan vaksinasi yang dicapai mendekati 90 persen.

Juru Bicara Pengelolaan Vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho menyebutkan dari 2.589 sasaran, cakupan vaksinasi pelayan publik di Bantul mencapai 89,46%. "Sebanyak 2316 pelayan publik di berbagai OPD telah divaksin, ujarnya Rabu (10/3/2021).

Berdasarkan data terakhir, jumlah pelayan publik yang belum menjalani vaksinasi injeksi dosis pertama di Bantul sebanyak 273 orang. Selanjutnya para pelayan publik tinggal menunggu jadwal injeksi vaksin dosis dua sesuai instruksi yang diberikan. "Targetnya secepatnya, vaksinasi bagi pelayan publik bisa rampung," tuturnya.

Bergeser pada cakupan vaksinasi nakes, Abed menyampaikan dari 6.041 sasaran vaksinasi injeksi kedua, sebanyak 5.943 nakes telah divaksin. Jumlah tersebut setara dengan 98,38% dari target sasaran vaksinasi. Berdasarkan torehan di atas, tinggal 98 nakes yang belum melaksanakan vaksinaai injeksi kedua.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis belum bisa menjangkau dari sasaran yang diajukan yang sebanyak 46.161 orang pelayan publik. Pada tahap kedua pelayan publik dari OPD Pemkab Bantul yang mendapat vaksinasi. Itu pun disebutkan Helmi dari 54 OPD ada lima OPD yang belum mendapatkan vaksinasi pada tahap kedua ini.

"Karena keterbatasan vaksin. Ada DPUPKP, UPT DPUPKP, Kesbangpol, Dispetaru, dan Dinas Nakertrans yang belum menerima vaksin. Vaksin datangnya bertahap sehingga yang belum akan diikutkan tahap ketiga. Ya nanti tahap ketiga akan kami usahakan. Sebenarnya banyak yang mengajukan kepada kami untuk dilaksanakan vaksinasi ini," tambahnya.

Meski masih jauh dari mencakup seluruh sasaran pelayan publik yang diajukan, Helmi menargetkan sebanyak 400 pelayan publik bisa divaksin tiap harinya. "Targetnya secepatnya [vaksinasi selesai], masing-masing rumah sakit kan berbeda kemampuannya, tapi yang jelas secepatnya," tegas Helmi.