Preview Ipswich Town vs Nottingham Forest
Ipswich Town menjamu Nottingham Forest di Liga Primer Inggris. Simak jadwal, posisi klasemen, kondisi terkini, dan pemain yang perlu dipantau.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kapanewon Imogiri, Bantul telah menyiapkan sebanyak 14 rumah karantina untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di wilayahnya.
Hal ini dilakukan menyusul, tracing yang masih terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bantul, terkait adanya klaster karyawan pabrik di Sriharjo, dan klaster mengantar pengantin di Selopamioro.
“Keempat belas rumah itu ada di antara Siluk I dan Nawungan. Itu rumah bantuan BPBD yang akan kami gunakan sebagai rumah karantina,” kata Panewu Imogiri, Sri Kayatun, Minggu (14/3/2021).
BACA JUGA : Muncul Klaster Pabrik di Bantul
Lebih lanjut, mantan Panewu Pandak ini mengungkapkan, untuk pembiayaan, pemerintah kapanewon akan dibantu empat kalurahan yang masuk wilayah kerja Puskesmas Imogiri II. Di mana, nantinya pembiayaan operasional di 14 rumah karantina akan menggunakan pendanaan dana bansos.
“Saat ini memang belum ditempati. Tapi, kami telah mempersiapkan semua. Ini sebagai antisipasi jika ada lonjakan jumlah pasien nantinya,” terang Sri Kayatun.
Sri memaparkan, hingga Minggu (14/3), sebanyak 8 pasien positif Covid-19 dari klaster mengantar penganten di Selopamioro dan 15 pasien positif Covid-19 dari klaster karyawan pabrik di Sriharjo, saat ini menjalani isolasi di selter milik Pemkab Bantul. Mereka harus menjalani isolasi di selter milik Pemkab Bantul karena pihak Pemerintah Kapanewon Imogiri tidak ingin mengambil risiko dengan meminta mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
BACA JUGA : Perusahaan Telekomunikasi di Sleman yang Jadi Klaster
“Prinsipnya kami tidak ingin ada isolasi mandiri di rumah, karena ini sangat berbahaya,” papar Sri.
Pabrik Ditutup Lima Hari
Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Setda Bantul Hermawan Setiaji mengaku telah melakukan langkah strategis terkait dengan adanya dua klaster di Imogiri.
Tidak hanya melakukan tracing, testing dan treatment, Pemkab Bantul juga telah menutup operasional dari pabrik yang memunculkan klaster tersebut.
“Kami tutup selama lima hari sejak Jumat (12/3). Setelah itu akan ada evaluasi. Sejauh ini tracing terus dilakukan untuk karyawan pabrik tersebut. Begitu juga dengan munculnya klaster yang di Selopamioro, tracing juga terus dilakukan,” terang Hermawan.
BACA JUGA : Menurun, Tinggal Satu Kapanewon di Bantul yang Zona
Kendati telah menyiapkan strategi, namun Hermawan mengaku sampai kini masih menunggu perkembangan tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Sejauh ini, diakuinya semua pasien positif Covid-19 baik dari klaster karyawan pabrik dan mengantar penganten semuanya sudah menjalani karantina di selter milik Pemkab Bantul.
"Saat ini mereka ada di Selter Semaul dan Padmasuri. Dan tengah melakukan isolasi. Kami masih terus melakukan pemantauan kondisi mereka," ucap Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ipswich Town menjamu Nottingham Forest di Liga Primer Inggris. Simak jadwal, posisi klasemen, kondisi terkini, dan pemain yang perlu dipantau.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.