Menurun, Tinggal Satu Kapanewon di Bantul yang Zona Merah Covid-19

Ilustrasi - Freepik
03 Maret 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah kapanewon yang masuk zona merah di Bantul terus menurun, seiring dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Mikro.

Berdasarkan zonasi kapanewon yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Selasa (2/3/2021), dari 17 kapanewon di Bantul, saat ini tinggal Kapanewon Kasihan yang masuk zona merah. 16 Kapanewon lainnya masuk zona oranye. Kapanewon yang masuk zona kuning dan hijau hingga kini belum ada.

BACA JUGA: Sultan HB X Lantik 10 Pejabat di Lingkungan Pemda DIY

Panewu Kasihan Slamet Santosa mengatakan, ada beberapa indikator dari tim Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul dalam penetapan zona merah. Salah satunya adalah adanya transmisi lokal.

"Memang masih ada klaster keluarga. Klaster ini berkembang di 4 kalurahan dari total 8 kalurahan yang masuk wilayah kami," kata Slamet, Rabu (3/3/2021).

Slamet menilai penetapan zona merah di wilayahnya juga disebabkan adanya kemungkinan transmisi lokal antara warga pendatang dan warga di Kapanewon Kasihan. Apalagi, kontrol terhadap mobilitas orang cukup sulit.

"Total pasien positif di tempat kami sampai kemarin antara 80 sampai 90 orang. Jumlah ini lebih kecil dari Sewon dan Banguntapan. Tetapi wilayah kami masuk dalam zona merah," terang Slamet.

Sementara, anggota Komisi D DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji melihat, masih adanya satu kapanewon masuk zona merah perlu menjadi perhatian bersama. Selain itu, politikus PPP ini menilai angka kematian pasien konfirmasi positif Covid-19 saat ini menunjukkan hal yang cukup mencenangkan.

BACA JUGA: Vaksinasi Tahap Kedua di Bantul Diharapkan Terealisasi Pekan Ini

Berdasarkan catatan Dinkes Bantul, terdapat enam kasus kematian selama sehari yakni per 2 Maret 2020. Adapun keenam kasus kematian itu terjadi di Kapanewon Bambanglipuro, Jetis, Banguntapan, Piyungan, Sewon dan Kasihan.

"Ini yang harus jadi perhatian, utamanya dari Dinkes Bantul. Zona merah turun, tetapi angka kematian justru mencapai enam kasus selama sehari," kata Eko.

Eko memprediksi angka positif pasien Covid-19 di Bantul kedepan kemungkinan akan melonjak cukup pesat. Sebab, saat ini Dinkes Bantul masif menerapkan 3 T (tracing, testing, dan treatment) untuk mengurangi laju penularan. Meski demikian, Eko meminta agar keselamatan warga harus jadi prioritas saat strategi mengurangi laju penularan ini dioptimalkan.