Muncul Klaster Pabrik di Bantul

Ilustrasi. - Freepik
12 Maret 2021 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat adanya klaster penyebaran covid19 baru berasal dari salah satu pabrik di Sriharjo, Imogiri.

Hingga Jumat (12/3/2021), tercatat ada 15 karyawan pabrik dan satu tenaga kesehatan dari faskes swasta yang awalnya melakukan pemeriksaan dinyatakan positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengungkapkan klaster pabrik yang berada di Sriharjo, Imogiri kali pertama diketahui dari adanya laporan faskes swasta yang memeriksa salah satu karyawan pabrik tersebut.

Baca juga: Miris, 40 Persen Masyarakat Alami Kekerasan Gender karena Pandemi

Awalnya karyawan tersebut mengalami kehilangan indra perasa (anosmia), Selasa (2/3/2021) lalu. Setelah dites swab PCR oleh puskesmas imogiri 2, karyawan tersebut dinyatakan positif pada hasilnya pada Kamis (4/3/2021) lalu.

"Setelah itu puskemas melakukan tracing ditemukan 35 orang karyawan lain yang kontak erat. Kemudian dilanjutkan testing ditemukan 14 orang positif dan ada tambahan 1 orang nakes yang memeriksa kasus pertama," kata Sri Wahyu Joko Santosa.

Lebih lanjut Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, menyatakan untuk memastikan tidak terus terjadi penyebaran, sebanyak 105 karyawan lainnya kemudian dilakukan tes swab PCR, Jumat (12/3/2021).

"Dan hingga hari ini ada 15 orang dan 1 nakes dari fakes swasta yang memeriksa kasus pertama. Sementara, pabrik dan satu faskes swasta ditutup sementara," katanya.

Terpisah Lurah Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Titik Istiwayatun Hasanah mengakui jika ada kelalaian dari kalurahan sehingga muncul klaster pabrik. Utamanya dalam hal edukasi terkait penanganan Covid-19.

"Harus saya akui memang keberadaan pabrik itu kurang terpantau," kata Titik.

Meski diakui Titik, petugas dari satgas kalurahan telah melakukan desinfeksi dan menutup pabrik selama dua hari yakni Selasa (8/3/2021) hingga Rabu (8/3/2021).

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka,Cek Syarat hingga Cara Daftarnya

"Tapi, dalam perkembangannya, Kamis (11/3/2021) pabrik kembali operasional. Yang belum diswab tetap bekerja. Padahal, kami sudah minta kepada pemilik agar pabrik ditutup," kata Titik.

Alhasil, dirinya bersama satgas kalurahan meminta kepada pemilik pabrik untuk menutup pabrik. Sebab, muncul keresahan dari warga agar pabrik tersebut ditutup sementara.

"Hasilnya, Kamis hanya operasional setengah hari. Saat ini ada 100 orang karyawan di pabrik tersebut saat ini menjalani tes swab PCR di lokasi," katanya.