Pemberian Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Pasar Beringharjo Diklaim Lancar

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
16 Maret 2021 00:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Kota Jogja mengklaim pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 di Pasar Beringharjo berjalan lancar. Tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi atau KIPI.

Pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 di Pasar Beringharjo ini hanya bagi pedagang yang sudah menjalani vaksinasi dosis pertama, dua pekan lalu. “Untuk di Beringharjo, sampai saat ini enggak ada laporan KIPI, berjalan lancar,” Yudiria Amelia, penanggung jawab vaksinasi Covid-19 di Pasar Bringharjo, Dinas Kesehatan Jogja, Senin (15/3/2021).

Menurut dia, sempat ada satu orang pedagang yang belum mengikuti suntikan pertama tetapi datang hari tersebut, dan yang bersangkutan tidak bisa terlayani kemudian diarahkan ke Puskesmas Mergangsan.

Baca juga: Hotel di Sleman Mulai Bergeliat, Okupansi Capai 50%

Pedagang tersebut tidak ikut saat suntikan pertama karena saat pemeriksaan kadar gula darah, tinggi. “Tadi pedagang ini datang membawa surat dokter dengan hasil gula darah yang sudah turun tetapi tetap tidak bisa divaksin di sini [pasar Beringharjo],” ujar Yudiria.

Yudiria mengatakan layanan vaksinasi Covid-19 yang menyasar pedagang tidak hanya digelar di pasar Beringharjo, namun juga digelar di beberapa puskesmas. Para pedagang pasar tradisional yang sudah terdaftar melalui Dinas Perdagangan dan mendapat undangan vaksinasi bisa dilayani di Puskesmas.

Sejauh ini puskesmas sudah melayani vaksinasi pedagang seperti pedagang pasar Telo dan pedagang Pasar Lempuyangan. “Fasilitas kesehatan terdekat yang akan melayani vaksinasi untuk pedagang pasar berlaku di seluruh pasar tradisional,” ujar dia. Sementara jumlah pasar tradisional di Jogja ada 30 pasar.

Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Ini Alasannya

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Yunianto Dwisutono mengatakan ada 5.720 pedagang pasar tradisional yang diusulkan untuk divaksin dosis pertama, namun yang bisa divaksin hanya 4.197 pedagang.

Menurut dia, pedagang tidak bisa seluruhnya divaksin karena ada beberapa sebab, misalnya kondisi kesehatan dinyatakan tidak memungkinkan untuk vaksin. Jadi vaksinasinya ditunda dahulu.

Dia mengklaim pedagang sangat antusias menjalani vaksinasi Covid-19. Pihaknya juga tidak menerima laporan ada efek samping yang dirasakan pedagang. Pedagang yang belum berhasil divaksin akan difasilitasi Dinas Kesehatan di Puskesmas terdekat. “Pedagang di Pasar Lempuyangan dan Pasar Telo pun sudah divaksin oleh faskes terdekat, puskesmas terdekat dari pasar,” ujar Yunianto.