11.600 Orang Disuntik Vaksin di JEC, Ada Keluarga Kraton, ASN hingga Jurnalis

Pelaksanaan vaksinasi massal di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Maret 2021 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Ribuan pelayan publik di sektor pemerintahan di DIY mengikuti vaksinasi Covid-19 di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). Vaksinasi massal ini juga diikuti keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, serta jurnalis dari berbagai media.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes DIY Agus Priyanto mengatakan kegiatan vaksinasi ini digelar selama lima hari pada 15-19 Maret 2021. Total peserta yang terdaftar dalam vaksinasi ini sebanyak 11.600 orang.

Sebagian besar peserta merupakan pegawai negeri sipil (PNS), Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai kontrak yang bertugas di DIY. Selanjutnya dari instansi vertikal seperti Bank Indonesia, Diklat Kemendagri, hingga Diklat Keuangan. Adapula lembaga khusus meliputi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman dan jurnalis.

Baca juga: Pusat Klaim Kasus Covid-19 di Jogja Melandai karena PPKM Mikro

"Ditargetkan dalam sehari yang divaksin sebanyak 2.500 orang, nanti yang udah vaksin, akan dapat dosis kedua 15 hari kemudian, atau sekitar akhir Maret sampai dengan awal April," jelas Agus.

Adapun keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang ikut dalam vaksinasi ini meliputi GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno dan GKR Hayu.

GKR Mangkubumi yang merupakan putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan selain ia dan adik-adiknya, kegiatan ini juga diikuti keluarga keraton lain, termasuk suaminya Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro. "Ada banyak sih tadi [keluarga keraton yang ikut vaksinasi] dan rencananya dosis kedua diberikan dua minggu lagi," kata Mangkubumi.

Baca juga: Warga Lansia di Sleman Mulai Divaksin

Mangkubumi mengatakan vaksinasi kepadanya berjalan lancar. Ia juga mengaku tak mengalami efek samping vaksin atau biasa disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kepada masyarakat DIY yang sudah terdaftar program vaksinasi, Mangkubumi mengimbau agar mengikuti kegiatan ini sebagai upaya mengatasi pandemi Covid-19. Ia juga mengingatkan protokol kesehatan harus tetap dijaga meski telah divaksin.

"Bukan berarti habis vaksin bisa kemana-mana, tetap harus menjaga protokol kesehatan," ujarnya.