Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana menghidupkan kembali Dinas Peternakan untuk mendukung potensi peternakan yang melimpah di Bumi Handayani.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan rencana itu sudah diwudujkan dengan penyusunan draf raperda yang sudah dikonsultasikan ke Pemda DIY. “Kami juga sudah koordinasi dengan bupati terkait dengan perubahan kelembagaan,” kata Drajad saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021).
BACA JUGA: Ini Perkiraan BMKG tentang Awal Musim Kemarau di DIY
Dia menjelaskan Dinas Peternakan yang sempat hilang akan dihidupkan kembali. Selain itu, juga ada wacana mendirikan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Adanya pembentukan dinas baru ini akan berdampak terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) dan akan ada dinas yang dilebur menjadi satu. Beberapa OPD yang mungkin dilebur adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Perindustrian dan Perdagangan hingga Dinas Kperasi dan UKM.
“Sudah masuk wacana dan penggabungan disesuaikan dengan perumpunan. Namun untuk kepastian juga masih menunggu hasil konsultasi dari provinsi,” kata Drajad.
Drajad mengakui potensi peternakan di Gunungkidul sangat besar. Hal ini terlihat dari jumlah populasi ternak yang dimiliki warga yang mencapai lebih dari 150.000 ekor.
“Mudah-mudahan potensinya bisa lebih dimaksimalkan lagi,” imbuh Drajad.
BACA JUGA: Mudik Tak Akan Dilarang, Ini Tanggapan Sultan Jogja
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan Raperda tentang Kelembagaan merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja dari OPD yang ada selama ini.
“Ada beberapa yang harus disesuaikan karena kebutuhan, misalnya seperti BPBD, peternakan, pertanian hingga dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak keluarga berencana pemberdayaan masyarakat. sekarang masih dalam proses harmonisasi dan menyesuaikan regulasi agar pelaksanaan nantinya bisa optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.