Gunungkidul Akan Hidupkan Lagi Dinas Peternakan

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
17 Maret 2021 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana menghidupkan kembali Dinas Peternakan untuk mendukung potensi peternakan yang melimpah di Bumi Handayani.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan rencana itu sudah diwudujkan dengan penyusunan draf raperda yang sudah dikonsultasikan ke Pemda DIY. “Kami juga sudah koordinasi dengan bupati terkait dengan perubahan kelembagaan,” kata Drajad saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021).

BACA JUGA: Ini Perkiraan BMKG tentang Awal Musim Kemarau di DIY

Dia menjelaskan Dinas Peternakan yang sempat hilang akan dihidupkan kembali. Selain itu, juga ada wacana mendirikan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Adanya pembentukan dinas baru ini akan berdampak terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) dan akan ada dinas yang dilebur menjadi satu. Beberapa OPD yang mungkin dilebur adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Perindustrian dan Perdagangan hingga Dinas Kperasi dan UKM.

“Sudah masuk wacana dan penggabungan disesuaikan dengan perumpunan. Namun untuk kepastian juga masih menunggu hasil konsultasi dari provinsi,” kata Drajad.

Drajad mengakui potensi peternakan di Gunungkidul sangat besar. Hal ini terlihat dari jumlah populasi ternak yang dimiliki warga yang mencapai lebih dari 150.000 ekor.

“Mudah-mudahan potensinya bisa lebih dimaksimalkan lagi,” imbuh Drajad.

BACA JUGA: Mudik Tak Akan Dilarang, Ini Tanggapan Sultan Jogja

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan Raperda tentang Kelembagaan merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja dari OPD yang ada selama ini.

“Ada beberapa yang harus disesuaikan karena kebutuhan, misalnya seperti BPBD, peternakan, pertanian hingga dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak keluarga berencana pemberdayaan masyarakat. sekarang masih dalam proses harmonisasi dan menyesuaikan regulasi agar pelaksanaan nantinya bisa optimal,” katanya.