Harga Cabai Rawit Kian Melejit, Begini Siasat Pedagang

Pedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
18 Maret 2021 04:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kenaikan harga cabai rawit nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Alih-alih turun, harga cabai rawit kini kian melambung di harga Rp120.000 per kilogram.

Salah satu pedagang Pasar Bantul, Widi langsung mengurangi pasokan cabai rawit di los miliknya. Tiga pekan lalu harga cabai masih di kisaran harga Rp90.000 per kilogram. Kini harga cabai rawit naik kurang lebih 30 persen dari harga sebelumnya yakni mencapai Rp120.000 per kilogram. "Ya sekarang yang butuh banget yang beli [cabai]," ujarnya pada Rabu (17/3/2021).

Saat harga normal, Widi berani memasok banyak cabai. Kini paling banyak Widi memasok 10 kilogram cabai rawit yang dijual lima kilogram pagi dan lima kilogram yang dikirim sore hari. "Kalau banyak-banyak enggak berani modalnya. Ya belinya cuma dikit-dikit aja pembelinya," ujarnya.

Baca juga: Mudik Tidak Dilarang, Organda DIY: Ini Kado Ulang Tahun

Dampak kentara yang dirasakan Widi ialah para pelanggan yang mengurangi pembelian cabai rawit. "Misalnya dulu biasanya beli satu kilo, sekarang cuma setengah kilogram. Ada yang biasanya beli dua ons paling beli cuma setengah ons," terangnya.

"Pedagang bakso sekarang dioplos. Pakainya cabai merah dicampur sama cabai rawit putih. Biasanya beli satu sampai dua kilogram cabai rawit. Sekarang dicampur setengah cabai merah, setengah cabai rawit putih. Dulu kalau bakso pakainya cabai rawit semua," imbuhnya.

Widi paling bingung melayani pembeli rumahan yang membeli dalam jumlah sedikit. "Ya kadang penjualnya juga bingung kok, bu beli Rp3000, mau tak ambilin berapa ya. Sudah beli pakai bandul aja atau beli setengah ons saja, paling enggak Rp6000," tuturnya.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dizinkan, Ganjar: Prokes Harus Ketat, Transportasi Ditata

"Meski enggak banyak yang penting setiap hari ada dan habis kalau syukur. Orang sekarang enggak setiap pedagang pada [jualan] cabai rawit. Pedagang yang dulunya punya ada yang sekarang enggak berani kulak. Takutnya beli harga mahal besoknya turun. Mending kulakan sedikit-sedikit," tambahnya.

Sebab musabab mahalnya harga cabai rawit ditengarai Widi karena kurangnya pasokan cabai rawit lokal. Akibatnya cabai yang harus dipasok dari luar daerah hingga sampai di tangan penjual dengan harga yang cukup mahal.

Pedagang Pasar Bantul lainnya, Dewi juga menceritakan penurunan jumlah pembelian para konsumen. Tingginya harga cabai membuat para pembeli mengurangi pembeliannya cabai rawit. "Beberapa beralih ke cabai lalap gunung atau cabai lalap biasa," tandasnya.

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani menyampaikan sebenarnya pekan lalu harga cabai rawit sempat turun dari Rp95.000 per kilogram ke Rp90.000. Akan tetapi Senin ini harga kembali melejit.

"Terkait kenaikan harga cabai dari hasil pemantauan di beberapa pasar rakyat di Bantul sampai hari ini harga cabai rawit merah Rp105.000 per kilogram sampai Rp110.000 per kilogram. "Sedangkan harga cabai merah keriting Rp.45.000 sampai Rp50.000 per kilogram," tandasnya.

Disebutkan Nani, tingginya harga cabai rawit disebabkan musim hujan. Namun, musim yang beralih ke kemarau harga diprediksi akan kembali normal. "Kemungkinan awal-awal puasa harganya mulai normal lagi," jelasnya.

"Faktor penyebabnya karena cuaca atau hujan dimana komoditas cabai rentan dan mudah busuk. Untuk antisipasi bisa dengan diversifikasi produk cabao dimana konsumen bisa membeli cabe kering atau cabe bubuk," tandasnya.