Pendaftaran Vaksin Covid-19 secara Daring di Bantul Diprotes, Apdesi: Susah Diakses Lansia

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Maret 2021 20:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinkes Bantul telah membuka pendaftaran calon penerima vaksin Covid-19 untuk kategori lanjut usia (lansia). Kebijakan pembukaan pendaftaran ini mendapatkan berbagai macam reaksi. Salah satunya adalah kesulitan yang dialami oleh lansia jika harus mendaftarkan diri secara daring.

Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul, Mahardi Badrun berharap agar pendaftaran vaksinasi tidak hanya dilakukan secara daring. Sebab, tidak semua lansia bisa mendaftarkan diri secara daring dan mengisi formulir di laman ikutvaksin.bantulkab.go.id.

“Coba bayangkan mereka yang tidak punya gawai dan tidak hidup bersama dengan anak atau cucu. Pasti tidak akan bisa mendaftar. Oleh karena itu, kami berharap ada kebijakan lainnya, seperti pendaftaran offline yang bisa dilakukan oleh satgas di tingkat padukuhan atau kalurahan,” kata lurah Seloharjo, Pundong, Bantul ini, Kamis (18/3/2021).

BACA JUGA: Berawal dari Remaja Masjid, 35 Warga Jogokaryan Terpapar Covid-19

Kendati demikian, sampai kini, Badru mengaku belum mendapatkan petunjuk dari Pemkab Bantul terkait dengan pendaftaran secara offline dan antisipasi kesulitan yang dialami oleh lansia saat mendaftar sebagai penerima vaksin Covid-19.

“Kami masih menunggu. Semoga saja ada petunjuk lebih lanjut,” ungkap Badrun.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul, Bambang Purwadi mengatakan ada sebanyak 145.131 warga Bantul yang berumur lebih dari 60 tahun. Sejauh ini, dinas telah berkoordinasi dengan Dinkes Bantul untuk sinkronisasi data. “Karena kami memang harus membantu persiapan data,” jelasnya.