Advertisement

Sebagian Siswa SD dan SMP di Gunungkidul Sudah Sekolah Tatap Muka

Newswire
Selasa, 23 Maret 2021 - 21:17 WIB
Bhekti Suryani
Sebagian Siswa SD dan SMP di Gunungkidul Sudah Sekolah Tatap Muka Ilustrasi. - Antarafoto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengizinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Kiswara di Gunungkidul, Selasa (23/3/2021) mengatakan mulai pekan ini, sekolah diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka konsultatif.

"Pembelajaran tatap muka konsultatif diawali pelajar kelas VI SD dan kelas IX SMP. Namun belum semua sekolah melaksanakannya, karena masih ada sekolah yang masih melakukan sosialisasi terhadap pelajar maupun wali,” katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Kubah Lava di Tengah Gunung Merapi Terus Tumbuh, Begini Penjelasan BPPTKG

Kiswara mengatakan pemberian izin sekolah tatap muka bisa dilakukan asalkan mendapatkan rekomendasi dari satuan tugas (satgas) COVID-19 kecamatan setempat. Hal ini sesuai edaran (SE) Disdikpora Gunung Kidul, sekolah wajib memiliki rekomendasi satgas untuk tatap muka konsultatif.

"Pelaksanaan kegiatan belajar secara tetap muka di lapangan tidak bisa dilakukan secara serentak,” katanya.

Menurutnya, dengan munculnya SE tersebut Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) Tahun 2020/2021 pengganti ujian nasional dilaksanakan secara tatap muka. Seperti diketahui, ASPD menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) sesuai kebijakan pusat.

"Berdasarkan pengecekan di setiap sekolah, mayoritas sekolah di Gunung Kidul sudah siap melaksanakan UN sesuai kebijakan pemerintah pusat," katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonosari Purwanto mengatakan sekolahnya belum melaksanakan tatap muka konsultatif. Proses KBM masih dilakukan secara daring karena menunggu rekomendasi dari satgas kecamatan.

Advertisement

"Kami telah mengajukan izin ke satgas. Kalau rekomendasi turun, kami lansung melaksanakan sistem bejalar secara tatap muka," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkumham DIY Kenalkan Karya Intelektual lewat Program DJKI Mengajar

News
| Rabu, 28 September 2022, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement