Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski telah dinyatakan erupsi sejak 4 Januari lalu, hingga saat ini pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi masih terbilang kecil bila dibanding normalnya pertumbuhan kubah lava pada erupsi tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada erupsi kali ini, Gunung Merapi memiliki dua kubah lava yang masih terus tumbuh, meski pertumbuhannya lambat.
“Volume kubah lava yang berada di Barat Daya teramati sebesar 834 km kubik pada 18 Maret lalu, dengan laju pertumbuhan rata-rata 13 km kubik per hari. Sedangkan kubah lava yang berada di tengah kawah volumenya 950 km kubik, dengan pertumbuhan 12,8 km kubik per hari,” ujarnya, Selasa (23/3/2021).
BACA JUGA: IDI Tegaskan Sekolah Bisa Dibuka Jika Laju Penularan Covid-19 di Bawah 5 Persen
Menurutnya, pertumbuhan kedua kubah lava ini masih cenderung kecil. Jika melihat pada erupsi sebelumnya, pertumbuhan kubah lava Gunugn Merapi normalnya sekitar 20 km kubik per hari. “Keduanya sama masih kecil dari normalnya erupsi Merapi,” ungkapnya.
Aktivitas guguran baik awan panas guguran maupun guguran lava pada sepekan terakhir menurutnya juga tidak terlalu tinggi. Dengan data-data sejauh ini, menurutnya erupsi Gunung Merapi masih akan berlangsung secara effusive.
“Probabilitas letusan eksplosif tidak meningkat. Tidak ada tekanan magma berlebih yang mencerminkan tambahan laju suplai magma. Jarak jangkau guguran saat ini maksimal 3,2 km. Sementara kubah lava tengah kawah terus tumbuh, sehingga memungkinkan kedepan dapat terjadi guguran dan awan panas kea rah kali Gendol,” katanya.
Sampai saat ini juga belum ada rekomendasi untuk mengungsikan kembali warga lereng Merapi, baik di sisi barat daya maupun tenggara. “Daerah di luar potensi bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas dengan konsep hidup harmoni dengan Gunung Merapi,” ujarnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 km, serta pada sektor tenggara yakni di sungai Gendol sejauh 3 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Angsuran pertama kredit KDKMP jatuh tempo September 2026. Kemenkeu masih menunggu tagihan Himbara meski anggaran telah disiapkan.
Sumaya meraih perak tunggal putri teqball Asian Games 2026 dan mengukir sejarah setelah beralih dari sepak takraw sekitar dua tahun lalu.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 21 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai 04.20 hingga 20.55 WIB.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Senin 21 September 2026. Kota Jogja berudara kabur dengan suhu 22–34°C dan kelembapan 39–95%.