Ajak Duduk Bersama, Bupati Sunaryanta Coba Selesaikan Permasalahan di Gua Pindul

Bupati Gunungkidul Sunaryanta (baju putih) saat memimpin pertemuan dalam upaya menyelesaikan permasalahan Gua Pindul di Balai Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Rabu (24/3/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 Maret 2021 20:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Sunaryanta berusaha menyelesaikan permasalahan di obyek wisata Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo. Upaya ini bisa dilihat adanya inisiasi pertemuan antara pihak-pihak yang bersengketa di Balai Kalurahan Bejiharjo, Rabu (24/3/2021).

Di dalam pertemuan ini selain dihadiri Bupati, Ketua DPRD dan perwakilan dari Forkompida, juga hadir pengelola BUMDes Maju Mandiri dan pihak Atik Damayanti, pemilik tanah di atas obyek wisata ini. “Pertemuan ini baru awal dan saya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan di Pindul,” kata Sunaryanta kepada wartawan di Balai Kalurahan Bejiharjo.

Menurut dia, isi pertemuan tersebut mendengarkan berbagai pendapat dari pihak-pihak yang bersengketa. Oleh karenanya semua dihadirkan sehingga nantinya bisa dijadikan bahan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Baca juga: Inspektorat DIY: Pengelolaan Aset di Bantul Menyalahi Aturan

“Saya tidak mengundang satu-satu, tapi saya mengundang semuanya mulai dari operator, pengelola BUMDes hingga Atik Damayanti selaku pemilik tanah di atas Pindul,” katanya.

Meski demikian, Sunaryanta tidak mematok target pasti kapan konflik tersebut dapat diselesaikan. “Yang jelas terus berjalan. Contohnya, pertemuan hari ini jadi masukan untuk menyelesaikan segala masalah yang ada,” katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo), Bagya mengatakan, pelaksanaan obyek wisata masih memiliki masalah. Salah satunya adanya persaingan harga antar operator. Untuk harga normal, tiket masuk dipatok Rp40.000 per orang, namun kenyataan di lapangan ada yang menjual dengan hargan Rp10.000-12.000 untuk sekali masuk.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Minyak Goreng Merangkak Naik

“Jelas ini perang harga yang tidak sehat. Untuk menyelesaikan, harus dikelola melalui satu pintu dan bukan dilaksanakan oleh 11 operator seperti sekarang,” katanya.

Adanya permasalahan diakui oleh Wakil BUMDes Maju Mandiri, Agung Susinantoro. Menurut dia, permasalahan tidak hanya adanya persaingan harga yang tidak sehat antar operator, namun juga ada masalah lahan dengan Atik Damayanti. “Saya berharap semua bisa diselesaikan sehingga wisata Pindul bisa berkembang tanpa ada bumbu konflik di dalamnya,” katanya.

Pemilik lahan di atas Gua Pindul, Atik Damayanti mengatakan, selaku pemilik dirinya ingin berpartisipasi di dalam pengelolaan. Meski demikian, upaya tersebut belum bisa dan malah terjadi masalah hingga sekarang ini. “Yang jelas saya ingin ikut mengelola, karena selaku pemilik tanah di atas Pindul yang sah,” katanya.