Warga Pules Kidul, Donokerto, Rintis Desa Wisata Dewi Pinang

Wakil Ketua DPRD DIY Tri Hudaya bersama Pembina Komunitas Puring Jogja Gandung Paryono dan Sekretaris Idonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Nizar Fachri saat penanaman puring di Dusun Pules Kidul, Donokerto, Turi, Minggu (28/3/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
29 Maret 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Dusun Pules Kidul, Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, merintis desa wisata alternatif yakni Desa Wisata Pules Kidul (Dewi Pinang). Untuk meramaikan rintisan desa wisata ini, warga bersama Komunitas Puring Jogja menggelar Pameran Tanaman Puring.

Pembina Komunitas Puring Jogja, Gandung Paryono mengatakan tanaman puring sudah lama diterima oleh kolektor tanaman. Selain itu, tanaman ini gampang dibudidayakan dan warna daun tanamanan tersebut juga bagus. "Semakin banyak induk semakin banyak jenisnya," kata Gandung di sela-sela kegiatan, Minggu (28/3/2021).

Soal harga, kata Gandung, tanaman puring nilainya cukup baik. "Semakin bagus maka semakin mahal harganya. Semakin langka semakin menarik bentuknya, maka harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah per batang," katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Dewi Pinang Pules Kidul, Faksi mengatakan selain mengenalkan desa wisata, pameran tersebut juga untuk memopulerkan tanaman puring. "Puring banyak varian, satu pohon bisa dicangkok dan muncul jenis baru. Diharapkan budi daya puring bisa lebih mendorong tinggi peminat," katanya.

Pengurus Idonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY, Nizar Fachri mengapresiasi pemeran tanaman puring. Di DIY, katanya, ada kewajiban dari hotel yang berdiri di DIY untuk mendampingi kegiatan masyarakat, termasuk di Desa Wisata Dewi Pinang. "Dengan mengajak tamu hotel hadir pada pameran ini diharapkan memperluas keberadaa desa wisata tersebut," katanya.