Persiapan Kuliah Tatap Muka, Dosen dan Tenaga Kependidikan UII Mulai Divaksin

Pelaksanaan vaksinasi di lingkungan UII, Selasa (30/3/2021). - Ist/Humas UII
30 Maret 2021 21:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, NGEMPLAK--Kementerian Kesehatan memberikan vaksinasi tahap pertama kepada Dosen, Tenaga Kependidikan, serta Purna Tugas di lingkungan UII sejumlah total 1.939 orang. Di luar jumlah tersebut, vaksinasi ini juga diberikan kepada 300 orang lansia yang berdomisili di sekitar kampus UII.

Pelaksanaan vaksinasi massal melibatkan vaksinator dari dosen Fakultas Kedokteran UII, Rumah Sakit JIH dan Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI, diselenggarakan di Auditorium K.H. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, pada Selasa (30/3/2021).

BACA JUGA : Sah! Pemda DIY Izinkan Kuliah Tatap Muka untuk Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier UII, Zaenal Arifin, menjelaskan sebagai keluarga besar, UII sangat peduli dengan kesehatan bersama dan sekitar. Selain Dosen, Tenaga Kependidikan, serta Purna Tugas ada juga warga sekitar yang dilibatkan pada program vaksinasi.

“Kami ingin berkontribusi sebagai universitas yang rahmatan lil alamin, jadi warga sekitar UII juga punya kesempatan untuk ikut dalam vaksin, dengan memenuhi ketentuan dan prasyarat dari Dinas Kesehatan Sleman,” ujarnya.

Saat ini pihaknya telah mempersiapkan segala keperluan pembelajaran tatap muka atau luring, mulai seperti rencana tahun 2021 yang ada di rencana kerja dan anggaran tahunan, kemungkinan akan memulai semester gasal tahun ajaran 2021-2022 mendatang secara tatap muka meski masih terbatas.

BACA JUGA : UGM Mulai Kuliah Tatap Muka Agustus Ini

“Itu akan kami fasilitasi. Jadi secara fisik kami akan siapkan. Meskipun tidak mungkin luringnya seperti sebelum pandemi, mungkin kami akan mencoba dulu 20 persen yang memang wajib di sana,” ungkapnya.

Pembukaan aktivitas luring ini nantinya akan dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Mungkin sedikit lebih aman karena mayoritas warga UII sudah divaksin, yang jadi problem adalah mahasiswa yang belum divaksin, ini akan kami perhatikan dengan baik agar tidak menjadi masalah,” katanya.