Pengembangan Geowisata di Menoreh Libatkan Warga

Gunung Kendil yang berada di Jl Bukit Kendil, Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, seperti terlihat, Senin (29/3/2021) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
30 Maret 2021 05:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo mempersiapkan panggung geowisata di Pegunungan Menoreh. Potensi geowisata seperti gua dan gunung purba dinilai mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung.

Kepala Dinpar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan pengembangan panggung geowisata di gugusan Pegunungan Menoreh dilakukan menyusul adanya penetapan status Gunung Purba Menoreh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), beberapa waktu lalu.

"Pada 2020 UNESCO juga menetapkan cagar biosfer di kawasan Menoreh. Hal ini menjadi alasan bagi kami untuk mempersiapkan diri. Saat ini kami menyiapkan panggung geowisata purba dunia," ujar Joko saat dikonfirmasi, Senin (29/3/2021).

Beberapa titik yang diproyeksikan sebagai panggung geowisata di antaranya Gunung Ijo, Gunung Gajah dan Gunung Kendil. Untuk gua purba ada Gua Kiskendo dan Gua Sriti. "Kami berkesempatan memasarkan Kulonprogo dengan predikat destinasi wisata purba dunia. Dikembangkannya panggung geowisata juga merujuk pada hasil kajian akademisi yang menyatakan bahwa beberapa gunung dan gua di Menoreh dulunya merupakan kaldera raksasa gunung api purba dan gua berkarakter unik," kata Joko.

Pengembangan wisata di Menoreh juga menggandeng Badan Otorita Borobudur (BOB), khususnya menyasar sumber daya manusia (SDM) wisata. "Sebagai implementasi dari community based tourism, yakni pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Kami bersama BOB dan desa wisata di Perbukitan Menoreh mencoba untuk mengedukasi masyarakat untuk siap menyambut potensi wisata di sekitar mereka," kata Joko.

Dinpar juga menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) di 2021-2025. Salah satu yang disiapkan yakni program Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Suroloyo-Sendangsono. "Wilayah Suroloyo hingga Sendangsono rencananya dikembangkan menjadi wisata bertema budaya alam pegunungan dan desa wisata bersegmen wisatawan minat khusus," kata Joko.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana mengatakan perkembangan destinasi wisata di Kulonprogo terbilang sangat pesat. Untuk wisata kini sudah bergeser menjadi jenis wisata budaya, kuliner, pertanian, edukasi dan paket wisata yang unik serta spesifik.

"Langkah Dinpar patut diapresiasi karena berani memulai dengan kerja sinergi dengan organisasi perangkat daerah lain, masyarakat, pengusaha, pelaku UMKM dan pihak terkait," kata Istana.