Demi Keamanan Ibadah Paskah, Jemaat Gereja Kotabaru Jogja Diwajibkan Bawa Tanda Pengenal

Sejumlah polisi sedang menjaga Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Jogja, Kamis (4/1/2021)-Harian Jogja - ujang Hasanudin
01 April 2021 22:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Wakil Ketua Panitia Paskah Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Jogja, Emmelia Ratnawati menyatakan jemaat yang akan beribadah ke gereja wajib membawa tanda pengenal yang sudah dibagikan sepekan sebelumnya.

“Kalau tidak bawa girik atau tanda pengenal tidak diperkenankan untuk masuk demi keamanan” kata Emmelia, Kamis (1/4/2021).

Dia memastikan semua umat yang beribadah di Gereja Kotabaru sudah mendapatkan tanda pengenal. Ketika datang di gereja juga wajib menunjukan tanda pengenal dan nomor registrasi tempat duduk, sehingga dia memastikan tidak orang umum yang bisa masuk.

Selain itu tempat duduk juga dibatasi. Dari kapasitas 600 orang pada hari biasa saat ibadah atau bahkan bisa sampai 1.500 orang saat Hari Raya Natal, kali ini dibatasi hanya 360 orang dalam setiap kali sesi misa. Hal tersebut untuk menjaga protokol kesehatan supaya tidak terjadi kerumunan di gereja dan tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

BACA JUGA: Satu Trip Jadwal Perjalanan Kereta Api Jogja-Solo Berubah, Cek Jadwalnya!

“Selesai ibadah jemaat diminta langsung pulang dan ruangan langsung disterilisasi,” kata Emmelia.

Menurut Emmelia, dalam perayaan paskah kali ini sudah dimulai sejak Minggu lalu atau Minggu Palma. Kemudian pada Kamis (4/1/2021) misa dibagi dalam dua gelombang, yakni pukul 17.00 WIB dan pukul 19.30 WIB, kemudian Jumat mulai pukul 14.00 WIB, pukul 16.30 WIB, dan pukul 19.30 WIB. “Jumat paginya ada renungan jalan salib pukul 08.00 WIB,” kata dia.

Kemudian Sabtu misa digelar dua kali pukul 17.00 WIB dan 19.30 WIB. Sementara Minggu misa digelar tiga kali, yakni pukul 07.00 WIB, pukul 09.30 WIB, dan pukul 16.30 WIB. Prosesi misa pada Kamis(4/1/2021) sore terlihat khidmat.

Sementara pengamanan juga dilakukan dari Kepolisian Resor Jogja di sekitar gereja. Setiap jemaat yang masuk diminta tanda pengenal, kemudian diperiksa barang bawaannya. Pengamanan juga dilakukan oleh internal gereja dan warga sekitar lingkungan Gereja Kotabaru.