Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SEMANU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul berencana membangun ulang Pasar Munggi di Kalurahan Semanu, Semanu, Gunungkidul. Meski demikian, untuk pelaksanaan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat melalui anggaran tugas pembantuan.
Kepala Bidang Pasar, Disperindag Gunungkidul, Ari Setiyawan mengatakan, pembangunan ulang Pasar Munggi sudah dimulai sejak 2020 lalu. Meski demikian, belum semua area dapat dibangun karena pembangunan baru menyasar sisi timur. Sedangkan sisi barat belum dibangun sehingga disperindag mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat melalui anggaran tugas pembantuan.
BACA JUGA : Pembangunan Pasar Hewan Godean Dimulai Tahun Ini
“Tahun lalu, kami dapat anggaran tugas pembantuan sekitar Rp3 miliar dan itu digunakan memangun Pasar Munggi di sisi timur. Rencananya pembangunan kami lanjutkan yang sisi barat dengan meminta bantuan ke Pusat,” kata Ari kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).
Meski demikian, untuk alokasi anggaran belum bisa memastikan. Pasalnya, hingga sekarang masih menunggu hasil kajian dari konsultan perencana berkaitan dengan anggaran yang dibutuhkan.
“Masih ada waktu karena batas akhir pengajuan dana tugas pembantuan masih April. Jadi, kami lengkapi dulu dokumen untuk perencanaan pembangunannya,” ungkapnya.
Menurut dia, untuk program pembangunan pasar tradisional tidak bisa mengandalkan anggaran dari pemkab. Pasalnya, kemampuan anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas sehingga pengajuan bantuan ke Pemerintah Pusat menjadi salah satu opsi yang dijalankan.
“Tahun ini, kami tidak mendapatkan dana tugas pembantuan. Mudah-mudahan untuk Pasar Munggi sisi barat bisa disetujui sehingga tahun depan bisa dimulai pembangunan,” katanya.
BACA JUGA : Revitalisasi Selesai, Pasar Prawirotaman Jadi Pasar
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, pemkab hingga sekarang mengelola 40 pasar yang tersebar di seluruh wilayah. Menurut dia, kondisi di pasar beragam ada yang baik, tapi ada juga yang butuh perbaikan. “Untuk prioritas perbaikan, kami fokus di pasar yang buka setiap hari,” katanya.
Johan mengakui program perbaikan terkendala dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab. Oleh karennaya, agar program dapat dimaksimalkan akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat atau upaya mengakses dana keistimewaan yang dimiliki Pemerintah DIY.
“Kami siapkan beberapa dokumen pernencanaan sebagai dasar mengusulkan rehabilitasi pasar yang memerlukan pembiayaan dari Pemerintah Pusat atau lewat pembiayaan dana keistimewaan,” kata Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).