Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jordan Setiaji,20, warga di Kapanewon Wonosari menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob, Senin (5/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban pun melaporkan penganiayaan ini ke Polres Gunungkidul.
Peristiwa penganiayaan ini bermula saat Jordan bersama dengan empat rekannya bermain di pertigaan Kranon, Kalurahan Kepek, Wonosari. Pada saat asyik nongkrong, tiba-tiba ada dua sepeda motor yang melintas yang pengendaranya berteriak-teriak.
Selanjutnya, korban dan rekannya berusaha mengejar kedua pengendara dengan maksud bertanya penyebab berteriak di jalanan. Nahasnya, Jordan malah dipepet dan jadi korban pemukulan.
“Sebelum dipukul, saya sempat dipepet. Dia [pelaku] juga bilang, kepiye? opo ora trimo, aku brimob, bagaimana? Apa tidak terima, aku brimob,” kata Jordan sambil menirukan suara pelaku penganiayaan.
Usai pemukulan, pelaku langsung pergi. Sedangkan korban langsung melaporkan peristiwa penganiayaan ke orang tuannya. Tak terima kejadian ini, ayah korban langsung berinisiatif membuat laporan ke Polres Gunungkidul.
BACA JUGA: Pimpinan Parpol & Tokoh Agama Jogja Deklarasi Menangkal Paham Radikal di Kepatihan
Guna mendukung laporan ini, Jordan harus divisum di RSUD Wonosari. Hasil dari pemeriksaan, Jordan mengalami luka bekas cekikan di leher dan bagian kuping sampai berdarah. “Akibat peristiwa ini, saya juga mendapatkan tiga jahitan di bagian kuping,” ungkapnya.
Ayah korban, Setyo Budiarjo mengatakan, tidak terima anaknya dianiaya oleh oknum yang mengaku polisi. Pasca-kejadian langsung langsung membuat laporan ke Polres. Hanya saja, mulai pukul 00.00-04.00 WIB, tidak dimintai keterangan oleh polisi.
“Pelaku juga sempat berada di ruangan pengaduan. Tapi, dia hanya diam saja. Malahan kakaknya yang juga polisi berinisiatif untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan hingga tuntas. Hal itu dilakukan agar tidak terulang kejadian yang sama di masyarakat. “Biar ada efek jera juga,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum mendapatkan laporan terkait dengan kasus penganiayaan ini. “Saya akan cek dulu laporannya,” kata Agus melalui sambungan telepon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Gapura sekaligus TPR Pantai Baru Bantul ditargetkan rampung November 2026, mengusung konsep wisata kuliner seafood dengan ikon udang dan kepiting.
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Polri menangkap buron judi online FP di Thailand dan memulangkannya ke Indonesia. Kasus ini terkait tiga situs dengan transaksi Rp1 triliun.
Changan Nevo Q05 hadir dengan teknologi pintar, fitur keselamatan, motor listrik 120 kW, serta harga mulai Rp339 juta.
Pemkab Kulonprogo dan Bank BPD DIY digitalisasi retribusi wisata, pasar, dan parkir untuk memperkuat PAD dan transparansi transaksi.