Dihajar Anggota Brimob, Kuping Pemuda Gunungkidul Ini Terpaksa Harus Dijahit

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
06 April 2021 16:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jordan Setiaji,20, warga di Kapanewon Wonosari menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob, Senin (5/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban pun melaporkan penganiayaan ini ke Polres Gunungkidul.

Peristiwa penganiayaan ini bermula saat Jordan bersama dengan empat rekannya bermain di pertigaan Kranon, Kalurahan Kepek, Wonosari. Pada saat asyik nongkrong, tiba-tiba ada dua sepeda motor yang melintas yang pengendaranya berteriak-teriak.

Selanjutnya, korban dan rekannya berusaha mengejar kedua pengendara dengan maksud bertanya penyebab berteriak di jalanan. Nahasnya, Jordan malah dipepet dan jadi korban pemukulan.

“Sebelum dipukul, saya sempat dipepet. Dia [pelaku] juga bilang, kepiye? opo ora trimo, aku brimob, bagaimana? Apa tidak terima, aku brimob,” kata Jordan sambil menirukan suara pelaku penganiayaan.

Usai pemukulan, pelaku langsung pergi. Sedangkan korban langsung melaporkan peristiwa penganiayaan ke orang tuannya. Tak terima kejadian ini, ayah korban langsung berinisiatif membuat laporan ke Polres Gunungkidul.

BACA JUGA: Pimpinan Parpol & Tokoh Agama Jogja Deklarasi Menangkal Paham Radikal di Kepatihan

Guna mendukung laporan ini, Jordan harus divisum di RSUD Wonosari. Hasil dari pemeriksaan, Jordan mengalami luka bekas cekikan di leher dan bagian kuping sampai berdarah. “Akibat peristiwa ini, saya juga mendapatkan tiga jahitan di bagian kuping,” ungkapnya.

Ayah korban, Setyo Budiarjo mengatakan, tidak terima anaknya dianiaya oleh oknum yang mengaku polisi. Pasca-kejadian langsung langsung membuat laporan ke Polres. Hanya saja, mulai pukul 00.00-04.00 WIB, tidak dimintai keterangan oleh polisi.

“Pelaku juga sempat berada di ruangan pengaduan. Tapi, dia hanya diam saja. Malahan kakaknya yang juga polisi berinisiatif untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan hingga tuntas. Hal itu dilakukan agar tidak terulang kejadian yang sama di masyarakat. “Biar ada efek jera juga,” katanya.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum mendapatkan laporan terkait dengan kasus penganiayaan ini. “Saya akan cek dulu laporannya,” kata Agus melalui sambungan telepon.