Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jordan Setiaji,20, warga di Kapanewon Wonosari menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob, Senin (5/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban pun melaporkan penganiayaan ini ke Polres Gunungkidul.
Peristiwa penganiayaan ini bermula saat Jordan bersama dengan empat rekannya bermain di pertigaan Kranon, Kalurahan Kepek, Wonosari. Pada saat asyik nongkrong, tiba-tiba ada dua sepeda motor yang melintas yang pengendaranya berteriak-teriak.
Selanjutnya, korban dan rekannya berusaha mengejar kedua pengendara dengan maksud bertanya penyebab berteriak di jalanan. Nahasnya, Jordan malah dipepet dan jadi korban pemukulan.
“Sebelum dipukul, saya sempat dipepet. Dia [pelaku] juga bilang, kepiye? opo ora trimo, aku brimob, bagaimana? Apa tidak terima, aku brimob,” kata Jordan sambil menirukan suara pelaku penganiayaan.
Usai pemukulan, pelaku langsung pergi. Sedangkan korban langsung melaporkan peristiwa penganiayaan ke orang tuannya. Tak terima kejadian ini, ayah korban langsung berinisiatif membuat laporan ke Polres Gunungkidul.
BACA JUGA: Pimpinan Parpol & Tokoh Agama Jogja Deklarasi Menangkal Paham Radikal di Kepatihan
Guna mendukung laporan ini, Jordan harus divisum di RSUD Wonosari. Hasil dari pemeriksaan, Jordan mengalami luka bekas cekikan di leher dan bagian kuping sampai berdarah. “Akibat peristiwa ini, saya juga mendapatkan tiga jahitan di bagian kuping,” ungkapnya.
Ayah korban, Setyo Budiarjo mengatakan, tidak terima anaknya dianiaya oleh oknum yang mengaku polisi. Pasca-kejadian langsung langsung membuat laporan ke Polres. Hanya saja, mulai pukul 00.00-04.00 WIB, tidak dimintai keterangan oleh polisi.
“Pelaku juga sempat berada di ruangan pengaduan. Tapi, dia hanya diam saja. Malahan kakaknya yang juga polisi berinisiatif untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan hingga tuntas. Hal itu dilakukan agar tidak terulang kejadian yang sama di masyarakat. “Biar ada efek jera juga,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum mendapatkan laporan terkait dengan kasus penganiayaan ini. “Saya akan cek dulu laporannya,” kata Agus melalui sambungan telepon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, Saturday Night Service, syarat, dan biaya.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas. Simak daftar jalur terbaru, tarif, dan manfaat transportasi publik murah untuk mobilitas warga Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
DPRD Sleman menyoroti akses IGD dalam desain gedung baru RSUD Sleman senilai Rp125,26 miliar. Kemudahan akses dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasie
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY berawan pada Sabtu (8/8/2026). Gunungkidul menjadi daerah dengan kondisi cuaca paling cerah.