UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Pemeriksaan kesehatan pengendara sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona. /Harian Jogja-Catur Dwi Jannati
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah berencana melakukan penyekatan di jalan alteri dan tol baik di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur saat musim mudik Lebaran nanti. Adapun Pemda DIY sampai saat ini belum memiliki inisiasi untuk melakukan penyekatan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan berdasarkan hasil koordinasi nasional dengan Kementerian Perhubungan, DIY tidak termasuk wilayah yang harus melakukan penyekatan. Penyekatan arus mudik hanya dilakukan mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
"Kami masih menunggu kebijakan pimpinan daerah. Kami belum berinisiasi untuk melakukan penyekatan atau pemeriksaan surat bebas Covid-19 di wilayah perbatasan," katanya di sela kegiatan inspeksi angkutan barang dan angkutan umum di lapangan Denggung, Sleman, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Resmi! ASN Dilarang Mudik atau Bepergian pada 6 - 17 Mei 2021
Meskipun tidak ditunjuk menjadi daerah yang perlu melakukan penyekatan, kata Made, bukan berarti DIY terbuka lebar untuk keluar masuk. Dishub DIY tetap akan mendirikan pos-pos penjagaan selama mudik Lebaran. Pos-pos penjagaan tersebut akan didirikan di Denggung, Prambanan, Piyungan dan Ambarketawang.
Selain itu, Dishub DIY juga akan berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/Kota, pihak kepolisian dan TNI untuk mendirikan pos penjagaan. Pos penjagaan diperbatasan dilakukan kabupaten/kota dan dilakukan selama 24 jam. "Meski DIY dibentengi oleh daerah lain, kami tetap waspada. Kami tetap melakukan pembatasan, tapi tidak dilakukan penyekatan," katanya.
Disinggung soal Kampanye "Tidak Mudik Tapi Piknik ke Jogja" yang digaungkan sejumlah elemen masyarakat, Made berharap kesadaran masyarakat misalnya untuk berwisata tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, katanya, sektor pariwisata juga menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
"Apa yang disarankan Pusat untuk tidak mudik ya harus diperhatikan. Harapan kami, masyarakat mematuhinya. Pelaku wisata menerapkan protokol kesehatan dan sesuai ketugasan kami, Dishub hanya mengatur soal arus lalu lintas," katanya.
Baca juga: Pemkab Sleman Pastikan Penyaluran BBM dan Elpiji di Kawasan Wisata Kaliurang Aman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan larangan mudik bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selain masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, kata Kustini, saat ini pemerintah masih konsentrasi menyesaikan program vaksinasi.
"Ya itu untuk memutus penyebaran Covid-19. Kami meminta agar warga Sleman yang ada di perantauan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan ikuti saja aturan, anjuran pemerintah," ujar Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.