Bupati Sleman Usulkan Vaksinasi Tahap Ketiga Gunakan Drive Thru

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat mengawasi pelaksanaan vaksinasi Lantatur yang digelar di parkiran Candi Prambanan, Jumat (9/4/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
09 April 2021 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo untuk pertama kali mengunjungi ke Pos Pelayanan
Vaksinasi Drive Thru Covid-19 yang digelar di parkiran Candi Prambanan Jumat (9/4/2021). Ia mengusulkan agar layanan tersebut diterapkan pada vaksinasi tahap ketiga.

Menurut Kustini, layanan tanpa turun kendaraan (Lantatur) untuk vaksinasi Covid-19 yang digelar Halodoc dan Gojek berjalan lancar dan tidak merepotkan masyarakat. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berlalu setelah masyarakat seluruhnya divaksin.

"Pelayanan vaksinasi drivethru dilakukan secara humanis, sesuai dengan protokol kesehatan. Ini salah satu konsep jemput bola. Tahap ketiga vaksin nanti bisa digelar lagi," usul Kustini.

Chief of Medical Halodoc Irwan Heriyanto mengatakan sejak dibuka Senin (5/4/2021) hingga Jumat (9/4/2021) antusiasme masyarakat luar biasa positif. "Sudah ada 5.000 orang dari latar belakang pelaku sektor pariwisata, transportasi publik, serta pelayanan publik yang mendapatkan vaksinasi pertama dalam kurun waktu lima hari ini," katanya.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Jogja Belum Maksimal, Ini Kendalanya

Untuk pelaksanaan vaksinasi kedua, lanjut Irwan, akan direncanakan pada 3-7 Mei 2021. Kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan vaksinasi tersebut, katanya, tidak lepas dari dukungan dari Pemkab Sleman. "Halodoc tentunya akan selalu siap membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara drive thru hingga pemerintah menyatakan program ini rampung sepenuhnya," katanya.

Head of Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng DIY Arum K Prasodjo menilai kunjungan bupati dimaknai sebagai bentuk kepercayaan dan motivasi bahwa anak bangsa harus dan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan vaksinasi Covid-19. "Kami akan terus mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan agar masyarakat khususnya Sleman dapat kembali hidup normal," terang Arum.