PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawwan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Vaksinasi lansia di DIY diakui masih belum maksimal.
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) menyatakan masih terus memaksimalkan program vaksinasi Covid-19 untuk kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) walaupun tidak dipungkiri terdapat beberapa kendala yang membuat pelaksanaannya belum begitu maksimal.
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi lambannya vaksinasi lansia di DIY, yakni mulai dari aturan atau pedoman pelaksanaan vaksinasi hingga kondisi lansia itu sendiri.
BACA JUGA: Pemerintah Hanya Akan Rekrut 722.487 CPNS dan PPPK Tahun 2021, Ini Rinciannya
"Seharusnya menurut pedoman, lansia itu [melakukan vaksinasi] di fasyankes karena komorbid yang kita khawatirkan usia fisiknya gitu. Cuma untuk mempercepat itu maka kita lakukan massal," ujar Pembajun, kepada awak media, Jumat (9/4/2021).
Lebih lanjut, Pembajun menyebutkan, lansia yang harus melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 di fasyankes tentu tidak bisa sendirian. Perlu ada pendamping untuk membantu hingga lansia yang bersangkutan mendapatkan vaksin.
Selain fasyankes, kata Pembajun, pada evaluasi secara nasional diketahui bahwa lansia juga enggan untuk meninggalkan rumahnya. Disebabkan kondisi pandemi yang masih terus berlangsung saat ini.
Banyak pertimbangan yang mendasari keputusan para lansia tidak ingin keluar rumah. Mulai dari jarak rumah sakit yang cukup jauh, akses menuju lokasi vaksinasi yang tidak mudah dan lain sebagainya.
"Kendala lainnya adalah komorbid. Jadi yang kita temui memang [banyak lansia menderita] hipertensi, diabetes, hingga jantung. Hari Rabu lalu lansia cukup banyak datang ke konsulen masalah jantung," ungkapnya.
Kendati banyak kendala yang muncul, Pembajun memastikan tetap akan berupaya untuk memaksimalkan vaksinasi bagi lansia. Salah satunya dengan mencoba mengikutsertakan lansia ke dalam vaksinasi massal.
"Upaya mempercepat [vaksinasi bagi lansia] ini dengan massal. Ya karena dawuh [perintah] Pak Menkes lansia tetap prioritas. Kita coba untuk membantu," ucapnya.
Berdasarkan data yang masuk hingga tanggal 7 April 2021 kemarin, penerimaan vaksin untuk lansia sudah mengamali peningkatan. Tercatat dosis pertama sebesar 12,82 persen dan untuk dosis keduanya 1,34 persen.
"Lansia sasaran berjalan atau yang sudah registrasi itu 593.892 orang, untuk yang sudah mendapat vaksin dosis pertama 37.864 dan dosis kedua 3.956 orang," tandasnya.
Terkait ketersediaan vaksin di DIY, Pembajun mengatakan telah mendapat lagi sekitar 12.100 vial. Artinya vaksin Covid-19 itu dapat digunakan untuk sebanyak 120.000 sasaran.
"Tapi memang ini hanya untuk 3 kabupaten kota, kecuali Kulonprogo dan Bantul. Kenapa? Karena sekali lagi sekarang vaksin itu sesuai dengan amanah Pak Menteri Kesehatan kita harus menyasar lansia. Prioritas kita lansia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Komdigi memastikan aturan turunan Perpres Ojol terbit sebelum 31 Desember 2026, termasuk formula perhitungan ongkos kirim barang dan makanan.
Inflasi Indonesia mencapai 3,28% pada September 2026. Tito Karnavian meminta pemda mengawasi harga beras, telur, dan daging ayam ras.
Karhutla membakar lahan di Sulawesi dan Ternate, sementara banjir di Aceh Tamiang merendam empat kecamatan dan memaksa 222 KK mengungsi.
Dispusip Bantul menargetkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 8,6 dan Tingkat Kegemaran Membaca 60 pada 2026.
Sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla di enam provinsi, dengan fokus utama Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.