PWM DIY Imbau Kurangi Aktivitas Semarak Ramadan Demi Mencegah Penularan Covid-19

Foto ilustrasi. - JIBI/Nicolous Irawan
11 April 2021 08:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Gita Danu Pranata mengimbau kepada umat Islam yang menjalankan ibadah puasa agar mengurangi semua aktivitas semarak Ramadan yang mengumpukan banyak orang. Hal tersebut untuk mengindari penularan Covid-19 karena Ramadan 1442 Hijriah ini masih dalam kondisi pandemi.

“Ramadan 1442 Hijriah karena masih masa pandemi maka protokol kesehatan benar-benar harus dijaga jangan sampai nanti akan ada kalaster-klaster baru yang diindakasikan berasal dari aktivitas semarak Ramadan, “ kata Gita, saat dihubungi Sabtu (10/4/2021).

BACA JUGA : Cegah Penularan Covid-19, Ceramah Ramadan Paling Lama

Menurut Gita, bagi masjid, tempat-tempat ibadah, dan majelis taklim yang ingin melaksanakan aktivitas aktivitas luring atau bertatap muka langsung maka protokol kesehatan harus benar-benar ditegakan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker.  Kemudian juga kalau bisa diupayakan mengurangi aktivitas mengumpulkan banyak orang.

“Termasuk tempat ibadah dan majelis taklim yang menyelenggarakan semarak Ramdan diimbau untuk utamanya saja, tidak perlu ceramah panjang, kemudian tidak perlu acara sore buka puasa bersama karena dikhawatirkan tidak terkendali [kerumunannya] untuk anak-anak,” kata dia.

Jika ingin menyelenggarakan takjil atau ingin membagikan makanan untuk buka puasa dari masjid atau majelis taklim diupayakan dibagikan dengan cara drive thru 9ambil langsung pulang) atau diantar langsung ke rumah-rumah. Gita juga mengimbau sebisa mungkin salat sunah rawatib atau salat sunah yang dikerjakan sebelum dan sesudah salat wajib bisa dikerjakan di rumah, kemudian salat wajib dan salat tarawih bias di masjid.

BACA JUGA : Cek Update Terbaru Covid-19 di DIY Senin 1 Maret

Selain itu ceramah sebelum tarawih atau dikenal dengan kultum sebisa mungkin diperpendek atau kalau bias ditiadakan. “Kultum diperpendek atau kalau perlu tidak usah pakai kultum kecuali majisd-masjid yang benar benar warga di situ,” ucap Gita.

Imbauan protokol kesehatan tersebut diakui Gita berlaku di zona merah atau zona hijau penularan Covid-19, karena perubahan zonasi bias terjadia dalam hitungan hari atau bahkan detik.

Hal Senada juga disampaikan oleh Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Mas'ud Masduki. Dia mengatakan Ramadan tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan menjadi utama dalam melaksanakan kegiatan ibadah dan semarak Ramadan. Dia juga meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting selama Ramadan ini.

“Kegiatan agak dikurangi sedikit, dinetralisir sedemikian rupa agar tidak terporsir dalam menjalankan ibadah kesehatrian. Ada waktu untuk istirahat sejenak,” kata dia. Selain itu Masngud juga mengimbau umat Islam memakan makanan yang sehat dan bergizi saat buka puasa maupun sahur untuk menguatkan imun saat puasa.