Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat memberikan sambutan dalam sosialisasi pemasangan mesin tapping box bagi pengusaha hotel dan restoran di Bangsal Sewokoprojo, Kota Wonosari, Senin (12/4). /Harian Jogja- David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul kembali menghidupkan program pemberian tapping box untuk pengusaha perhotelan dan rumah makan untuk optimalisasi pajak hotel dan restoran. Ditargetkan di akhir tahun nanti ada 100 pengusaha yang mendapatkan fasilitas alat pencatat transaksi secara online ini.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, program pemberian mesin tapping box kepada pengusaha perhotelan dan rumah makan sudah pernah digulirkan beberapa tahun lalu. Meski demikian, program belum dilaksanakan karena adanya sejumlah kendala di lapangan.
BACA JUGA : Tapping Box Cegah Kebocoran Pendapatan Daerah
Oleh karenanya, program kembali digulirkan di tahun ini. Guna menyukseskan program, sebelum adanya pelaksanaan, para pengusahan dihadirkan untuk mengikuti sosialisasi pemasangan mesin tapping box di Bangsal Sewokoprojo, Kota Wonosari, Senin (12/4/2021).
Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan program ditargetkan di akhir tahun ada 100 pengusaha yang bergerak di bidang restoran dan perhotelan mendapatkan mesin ini. “Kami laksanakan secara bertahap. Untuk akhir bulan ini [April] ada 15 pengusaha yang mendapatkan tapping box. Sedangkan untuk sisanya diberikan bertahap hingga akhir tahun sebanyak 100 unit,” ungkapnya.
Saptoyo menjelaskan, pemasangan alat perekam transaksi ini diberikan sebagai lagnkah mengoptimalkan pajak dari sektor hotel dan restoran. Menurut dia, pengusaha tidak perlu khawatir karena pajak dibebankan oleh konsumen pada saat melakukan transaksi.
“Diharapkan dengan alat ini setiap transaksi bisa tercatat dan terekam sehingga jumlah pajaknya diketahui pasti,” katanya.
BACA JUGA : Pemkab Gunungkidul Tarik Tapping Box di Hotel
Ditambahkannya, bagi pengusaha yang belum mendapatkan mesin tapping box diminta tetap menerapkan pajak sebesar 10% dari setiap kali transaksi milik pelanggan. “Proses penyerahan mesin memang bertahap. Jadi, bagi pengusaha yang belum mendapatkan, kami minta tetap menyertakan pajak untuk disetorkan ke pemkab,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung rencana BKAD untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui program tapping box bagi pengusaha restoran dan perhotelan. Dia berharap partisipasi dari pengusaha karena pajak yang diberikan sangat membantu dalam upaya pembangunan daerah.
“Kami tekankan pajak yang masuk akan dikembalikan untuk kepentingan pembangunan sehingga dampaknya akan dirasakan para pengusaha,” katanya.
Menurut dia, tidak ada alasan menolak karena pajak yang disetorkan dibebankan kepada pelanggan yang melakukan transaksi. “Jadi tidak ada yang dibayarkan oleh pngusaha karena pajak yang bayar pelanggan. Saya harap, program bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Pemilik Rumah Makan Lobster Pak Sis, Wasiman mengaku siap mengikuti program dari pemkab. Meski demikian, ia berharap pelaksanaan dilakukan secara merata sehingga ada proses keadilan antar pengusaha. “Saya hadir saat sosialisasi dan mendukung program ini untuk pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.