Advertisement
Panitia Kampung Ramadan Jogokaryan Diberi Teguran
Panitia Kampung Ramadhan membagikan makanan buka puasa untuk masyarakat di Masjid Jogokariyan, Selasa (13/4/2021). - Harian Jogja - Sirojul Khafid
Advertisement
Harianjogja.com, MANTRIJERON – Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja memberikan surat teguran kepada penanggungjawab kegiatan Ramadan Kampung Jogokaryan. Dalam surat tertanggal 16 April 2021 tersebut, tertulis bahwa penitia Kampung Ramadan Jogokariyan agar mengatur dan membatasi pembagian takjil, khususnya di area masjid.
Dalam beberapa kali pembagian takjil, masih dalam surat, terlihat adanya konsentrasi kerumunan masyarakat. Sementara untuk kawasan pedagang cenderung lebih lengang, tidak sepadat area masjid.
Advertisement
BACA JUGA : Berawal dari Remaja Masjid, 35 Warga Jogokaryan Terpapar
Menurut Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Affrio Sunarno, kerumunan terjadi menjelang pukul 17.00 WIB, terpusat di Masjid Jogokariyan karena antre mengambil takjil dan salat Maghrib. Setelah mendapat teguran dan berkoordinasi, pada hari Sabtu (17/4) panitia mengurangi jumlah takjil dari 3.000 kotak menjadi 2.000 kotak.
“Diberikan hanya pada jemaah yang sudah duduk di dalam atau halaman masjid. Kelebihan diharuskan take away,” kata Affrio saat dihubungi secara daring pada Minggu (18/4/2021).
Pada pantauan Sabtu malam, pihak Kemantren Mantrijeron melihat banyaknya animo masyarakat yang datang ke Jogokariyan, bahkan seperti tidak ada rasa khawatir akan resiko tertular Covid-19. Pada dasarnya, Affrio berterima kasih pada animo masyarakat, namun tetap harus dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes).
BACA JUGA : Puluhan Orang Terinfeksi Corona, Masjid Jogokaryan Tetap
“Jika masyarakat abai dan terlalu beranimo untuk ke kawasan Masjid Jogokariyan, maka rasanya sia-sia semua usaha untuk memenuhi prokes dalam kegiatan Ramadan di Jogokariyan pada tahun ini,” kata Affrio.
Apabila kerumunan masih ditemukan pada hari-hari selanjutnya, maka masalah ini akan dibahas dalam forum komunikasi pimpinan. Affrio menegaskan apabila panitia Kampung Ramadan pada dasarnya sudah kooperatif dan responsif terhadap perkembangan yang muncul.
“Tapi animo masyarakat dengan perilaku tidak pro prokes yang sangat menyulitkan. Untuk mengendalikan animo masyarakat, jika perlu kami harus menekan akses masuk supaya kegiatan masjid bisa berjalan sesuai kaidah prokes,” kata Affrio.
BACA JUGA : Satu Pasien Covid-19 Klaster Kampung Jogokariyan
Sebelumnya, beberapa cara sudah panitia lakukan untuk menjalankan prokes dan mencegah kerumunan. Seperti kapasitas pedagang hanya terisi 50 persen, dari 356 lapak menjadi 179 lapak. Jarak satu lapak dengan lainnya minimal 2,5 meter. Lalu lintas searah dari Timur ke Barat. Mobil tidak boleh masuk. Ada pemeriksaan dengan thermo gun serta penyediaan hand sanitizer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mentan Amran Tegaskan Harga Daging Sapi Tidak Boleh di Atas HET
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Dana Hibah Padukuhan Sleman Rp30,3 Miliar Masih Tunggu Regulasi
- APBD Sleman 2026 Gelontorkan Rp5,24 Miliar Rehabilitasi Sosial
- Pemkot Jogja Anggarkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase 2026
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
Advertisement
Advertisement



