Tim Medis Terus Telusuri Kontak Erat Pasien Positif dari Dua Klaster

Ilustrasi. - Freepik
20 April 2021 12:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah warga yang tertular Covid-19 dari kluster takziah di Dusun Panggang I, Giriharjo, Panggang dan mitoni di Dusun Ngasem, Getas, Playen terus bertambah. Petugas medis terus melakukan tracing guna melokalisir agar penyebaran tidak semakin bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, untuk penularan dari kluster takziah di Panggang sudah dilakukan tracing terhadap 370 orang. Jumlah ini masih bertambah karena total tracing diperkirakan mencapai 650 orang. “Masih terus berjalan,” kata Dewi, Selasa (20/4/2021).

Ia menjelaskan, dari tracing terhadap 370 orang, 37 orang diantaranya sudah dilakukan tes PCR. Adapun hasilnya, sebanyak 34 orang dinyatakan positif tertular Covid-19, dua warga yang tertular dinyatakan meninggal dunia. “Kemungkinan bertambah masih ada karena penelusuran terus dilakukan,” katanya.

Hal yang sama juga dilakukan untuk penularan dari kluster mitoni di Dusun Ngasem, Getas, Playen. Tim medis dari Puskesmas Playen terus melakukan 3T, yakni Traking, Tracing dan Treatment. Meski demikian, Dewi belum bisa memastikan berapa jumlah orang yang akan ditracing karena masih dalam pengerjaan. “Yang jelas penularannya sama besar dengan kluster takziah di Panggang,” ujarnya.

Baca juga: PTM Paling Ditunggu Siswa karena Bosan Daring

Ia menjelaskan, data sementara dari penularan kluster mitoni sudah ada 44 warga yang di tes PCR dan hasilnya 32 orang dinyatakan positif corona. “Masih bisa bertambah, tapi mudah-mudahan bisa segera selesai,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai dengan standarisasi penanganan Covid-19, upaya traking, tracing dan treatmen harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk melokalisir penularan sehingga penyebaran tidak semakin bertambah banyak. “Untuk penanganan ada yang di rawat di rumah sakit, tapi kebanyakan dilakukan dengan menjalani isolasi mandiri,” imbuh Dewi.

Lurah Girharjo, Panggang, Aris Eko Widianto mengatakan, penularan kluster takziah telah meluas. Pada awalnya, hanya 15 orang yang tertular dan mengakibatkan RT 02 masuk dalam peta zona merah Covid-19. Namun dalam perkembangannya RT 04 juga masuk zona merah karena penularan dari kegiatan orang melayat.

“Tapi untuk RT 02 sudah turun menjadi zona kuning karena tinggal satu warga yang menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Aris menjelaskan, sesuai dengan pemberlakukan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat berskala mikro, maka kegiatan sosial di RT 04 dilarang hingga statusnya dapat turunkan. Selain itu, warga yang terinfeksi wajib melakukan isolasi mandiri.

“Untuk logistik sudah dipersiapkan selama isolasi. Kami juga sudah memberitahu takmir masjid setempat agar tidak menyelenggarakan kegiatan sholat berjamaah,” katanya.