Belum Ada Lonjakan, Penjualan Tiket Bus Masih Normal

Suasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 April 2021 14:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah agen penjualan tiket moda angkutan bus mengaku belum ada kenaikan penjualan tiket menjelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei. Dua pekan jelang larangan mudik, tren pembelian tiket dan angkutan penumpang yang hendak bepergian diklaim masih normal.

Nurdin, agen penjualan tiket PO. Pahala Kencana mengatakan, kondisi penjualan tiket di tempatnya masih dalam keadaan normal. Larangan mudik yang bakal diterapkan pemerintah pada masa Lebaran nanti disebutnya tidak berpengaruh terhadap tren penjualan tiket. Hal ini disebabkan karena masih dalam kondisi pekan pertama puasa, sama seperti tahun sebelumnya lonjakan pemudik biasanya diprediksi berlangsung pada sepekan sebelum Lebaran tiba.

"Kalau untuk dari daerah atau Jogja sendiri kondisi belum ada kenaikan dan belum terlihat ramai, sama seperti yang dari Jakarta juga demikian. Padahal kemarin diprediksi mudiknya agak maju, tapi penjualan tiket sama saja, akhir pekan juga sama," ujarnya, Rabu (21/4/2021).

Nurdin menyampaikan, pada pekan pertama bulan puasa ini pemudik biasanya enggan pulang ke kampung halaman meski terdapat kebijakan larangan mudik. Bahkan, penjualan tiket di agen penjualan juga memprihatinkan. Sehari hanya mampu menjual satu atau dua lembar saja kepada penumpang tujuan luar provinsi. "Itu tujuan Jakarta. Karena biasanya memang banyak yang tujuan ke sana. Di awal puasa biasanya memang sepi," katanya.

Baca juga: Opsi Pelarangan Hajatan Belum Diputuskan

Di sisi lain, agen penjualan tiket juga masih mematok harga normal. Belum ada kenaikan harga yang signifikan meskipun terdapat rencana larangan mudik. Harga tiket berada di nominal Rp160.000-Rp180.000 dengan tujuan Jogja-Jakarta. "Biasanya mengikuti permintaan. Kalau permintaan banyak itu biasa harga tiket otomatis juga naik bahkan bisa sampai 100 persen kalau sepekan sebelum Lebaran," imbuhnya.

Kondisi yang demikian juga diamini oleh Ketua Organda DIY, Hantoro. Dia menyebut belum terdapat kenaikan jumlah penumpang maupun pemesanan tiket menjelang larangan mudik nanti. "Untuk anggota kami tidak ada kenaikan sepertinya. Kondisi masih sama dan belum banyak permintaan," katanya.

Menurut dia, dengan kondisi seperti sekarang pengusaha bus juga berpikir untuk menaikkan harga tiket. Pandemi dianggap dia masih menjadi beban dan berdampak cukup serius bagi masyarakat, sehingga kenaikan harga tiket dinilainya tidak akan membuat otomatis diserap oleh pasar atau penumpang.

"Pembelian tiket tidak ada kenaikan karena dengan situasi sekarang pasti tidak laku karena kemampuan daya beli saja menurun. Dengan keadaan yang begini kami juga kasihan karena kemampuan beli masyarakat juga masih rendah. Tapi bagaimana kami bisa mengakomodasi para saudara kita yang ingin beristirahat di kampung halamannya barang sebentar, itu saja," jelas Hantoro.

Sementara, berdasarkan pantauan di salah satu platform penjualan tiket digital yakni Traveloka, harga tiket dengan rute Jogja-Jakarta keberangkatan 1 Mei mendatang berada di rentang harga Rp150.000-Rp400.000 dengan jenjang kelas yang berbeda pula. Untuk kereta api dengan keberangkatan hari yang sama, harga terlihat berada di kisaran Rp200.000-Rp950.000.