Pasar Tiban Langgar Prokes, Satpol PP Tak berdaya Menutup

Ilustrasi Pasar Ramadan.Harian Jogja/Uli Febriarni
21 April 2021 21:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sepekan ramadan berlangsung, sejumlah pasar tiban di Bantul tak lepas dalam pengawasan Satpol PP. Kendati ditemui beberapa pelanggaran, tidak ada pasar tiban yang terpaksa ditutup.

Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menyebutkan sejumlah pasar tiban memang kedapatan melanggar prokes jaga jarak. Aspek tersebut akan susah diimplementasikan bila situasi warga pencari takjil banyak. "Pelanggarannya kebanyakan pada sisi jaga jarak atau menghindari kerumunan. Ini sangat tergantung dari kesadaran masyarakat," ungkapnya Rabu (21/4/2021).

"Untuk pusat-pusat kerumunan karena adanya pasar tiban sementara masih terkendali cuma ada beberapa pengalaman di awal kemarin, seperti di UMY, kemudian di pasar-pasar kuliner kita lakukan edukasi supaya di setiap penyelenggaraan pasar tiban atau bentuk lain, dimunculkan seksi prokes," tegasnya.

BACA JUGA: 4 Kunci Raffi Ahmad Jadi Pengusaha Sukses, Bisa Ditiru Siapa Saja

Menurut pantauan Yulius, selama ini panitia pasar tiban hanya membentuk struktur konsumsi, seksi keamanan dan seksi sarana pra sarana. "Nah sekarang ini kita harapkan di setiap kegiatan kepanitiaan harus memunculkan seksi prokes. Supaya nanti ada yang mengelola terkait perizinannya, berkaitan untuk membangun komunikasi Satgas setempat, agar seksi prokes ini bisa menjalankan," tandasnya.

Sejauh ini belum ada pasar tiban yang dibubarkan. Dijelaskan Yulius pasar yang kedapatan melanggar prokes diedukasi agar ke depannya menaati prokes. "Kami memberikan imbauan, supaya masyarakat jangan sampai abai atas pelaksanaan prokes karena situasinya masih pandemi," pungkasnya.