Jadi yang Terbaik Nasional, Kinerja Pemda DIY Raih Nilai Tertinggi

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
22 April 2021 19:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali meraih nilai AA dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) tahun 2020. Nilai AA hanya didapatkan oleh DIY. Nilai ini pula yang menjadikan provinsi ini yang terbaik secara nasional.

Nilai AA pada SAKIP 2020 melanjutkan tren yang sama sejak 2018 secara berturut-turut. Bersamaan dengan pengumuman penilaian SAKIP tersebut, DIY juga meraih predikat A untuk Reformasi Birokrasi (RB) dan merupakan nilai tertinggi untuk kategori RB tingkat nasional. Total keseluruhan nilai sebesar 90.31, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 90,19 (nilai AA).

Menurut Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, nilai AA pada SAKIP DIY bukan karena status DIY yang wilayahnya istimewa. Bukan pula karena predikat pemimpin daerahnya seorang raja. "Tetapi DIY berhasil memangkas banyak program, dari 300 program setiap tahunnya, hanya menjadi 80 program saja. Implementasi pemangkasan ini juga sudah terealisasi hingga kabupaten dan kota di DIY,” kata Tjahjo pada acara daring SAKIP-RB Award 2020 di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

BACA JUGA: Penularan Covid-19 di Ponpes Kulonprogo Bertambah, Sudah 63 Orang Terinfeksi

Tjahjo berharap daerah lain bisa mengadopsi reformasi yang dilakukan Pemda DIY guna meningkatkan efisiensi kinerja pemda. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengapresiasi sekaligus mengingatkan bahwa prestasi ini merupakan tantangan bagi Pemda DIY.

“Mempertahankan itu lebih susah. Semoga saja kami bisa membuktikan keberlanjutan, bahwa terjadinya regenerasi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu tidak menurunkan performa. Itu yang bisa kami yakini, kami tak punya ketergantungan pada orang. Tapi sistem yang kami bangun itu, memang tahap-tahapnya tidak ada yang berlubang, kalau berlubang kan ada sesuatu yang turun,” kata Sri Sultan HB X.

Meski penilaian sudah tidak akan lebih dari AA, Sri Sultan HB X berharap aspek-aspek manajemen dan strategi kebijakan tetap harus dinamis, berubah secara periodik sesuai perkembangan zaman. Sri Sultan HB X menekankan pentingnya mengelola sumber daya manusia. “Sekarang bagaimana maintain peradaban manusianya. Itu juga ada kemampuan berubah karena tantangan dan zaman berubah. Sistem kita bangun karena masyarakat juga berubah. Tantangan zaman itu bisa diikuti dan bisa diaplikasikan pilihan-pilihan terbaik untuk kompetitif,” katanya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji berharap penilaian ini dapat dipertahankan dari generasi ke generasi. “Kami masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri karena tahun kemarin kita mendapatkan 90,19, tahun ini 90,31. Kami masih punya peluang untuk meningkatkan nilai itu walaupun sama-sama mendapatkan AA,” kata Aji.