Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas guguran Gunung Merapi mengalami peningkatan signifikan pada Jumat dan Sabtu (23-24/4/2021). Kedua kubah lava yang menjadi sumber dari guguran terus tumbuh, dengan volume kubah lava tengah kawah mencapai 1,79 juta meter kubik.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Jumat (23/4/2021) selama 24 jam terjadi sebanyak empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2 km, tinggi kolom 300 meter, mengarah ke barat daya. “Guguran lava pijar teramati sebanyak 36 kali dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya,” ujarnya, Minggu (25/4/2021).
Kemudian pada Sabtu, Gunung Merapi memuntahkan sebanyak 17 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,7 km ke arah barat daya. Sedangkan awan panas guguran terjadi empat kali dengan jarak luncur maksimal 1,3 km ke arah barat daya dan 700 meter ke arah barat daya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Manokwari, Tak Berpotensi Tsunami
Awan panas guguran ini pertama kalinya terjadi di arah tenggara, yang merupakan guguran dari kubah lava tengah kawah. Semenatara untuk guguran lava pijar dari kubah lava tengah kawah sudah beberapa kali terjadi dengan jarak luncur yang masih relative pendek.
Pada pengamatan terakhir yakni Rabu (21/4/2021), berdasarkan analisis morfologi foto area puncak, kubah lava sektor barat daya memiliki volume sebesar 1.069.600 meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.900 meter kubik per hari. Adapun volume kubah lava tengah kawah yakni sebesar 1.794.000 meter kubik.
Dalam pengamatan sepekan pada 16-22 April, BPPTKG mencatat total telah terjadi sembilan kali awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 138 detik. Guguran lava teramati sebanyak 144 kali dengan jarak luncur maksimal 1,6 km ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter.
Pada aktivitas kegempaan, selama sepekan tercatat sembilan kali Awanpanas guguran (AP), 12 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 156 kali gempa Fase Banyak (MP), 924 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Hembusan (DG) dan empat kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.