Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Kubah Lava Capai 1,79 Juta Meter Kubik

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
25 April 2021 12:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas guguran Gunung Merapi mengalami peningkatan signifikan pada Jumat dan Sabtu (23-24/4/2021). Kedua kubah lava yang menjadi sumber dari guguran terus tumbuh, dengan volume kubah lava tengah kawah mencapai 1,79 juta meter kubik.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Jumat (23/4/2021) selama 24 jam terjadi sebanyak empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2 km, tinggi kolom 300 meter, mengarah ke barat daya. “Guguran lava pijar teramati sebanyak 36 kali dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya,” ujarnya, Minggu (25/4/2021).

Kemudian pada Sabtu, Gunung Merapi memuntahkan sebanyak 17 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,7 km ke arah barat daya. Sedangkan awan panas guguran terjadi empat kali dengan jarak luncur maksimal 1,3 km ke arah barat daya dan 700 meter ke arah barat daya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Manokwari, Tak Berpotensi Tsunami

Awan panas guguran ini pertama kalinya terjadi di arah tenggara, yang merupakan guguran dari kubah lava tengah kawah. Semenatara untuk guguran lava pijar dari kubah lava tengah kawah sudah beberapa kali terjadi dengan jarak luncur yang masih relative pendek.

Pada pengamatan terakhir yakni Rabu (21/4/2021), berdasarkan analisis morfologi foto area puncak, kubah lava sektor barat daya memiliki volume sebesar 1.069.600 meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.900 meter kubik per hari. Adapun volume kubah lava tengah kawah yakni sebesar 1.794.000 meter kubik.

Dalam pengamatan sepekan pada 16-22 April, BPPTKG mencatat total telah terjadi sembilan kali awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 138 detik. Guguran lava teramati sebanyak 144 kali dengan jarak luncur maksimal 1,6 km ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter.

Pada aktivitas kegempaan, selama sepekan tercatat sembilan kali Awanpanas guguran (AP), 12 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 156 kali gempa Fase Banyak (MP), 924 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Hembusan (DG) dan empat kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” ujarnya.