Ayah Korban Ungkap Sosok Perempuan Pengirim Takjil Beracun

Bandiman dan Titik Rini menunjukkan foto Naba Faiz Prasetya, 9, Warga Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, yang meninggal diduga keracunan. Harian Jogja - Jumali .
27 April 2021 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, SEWON - Fakta baru terkait kematian Naba Faiz Prasetya, 9, Warga Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul mulai terkuak.

Ayah Naba, Bandiman, 47, akhirnya mengungkapkan ciri-ciri orang yang  memesan jasa pengiriman secara offline terkait dengan paket makanan yang merenggut nyawa anaknya.

BACA JUGA : Bocah 8 Tahun di Bantul Meninggal Diduga Keracunan 

"Perempuan usia sekitar 20 hingga 25 tahun, kulitnya putih, tinggi sekitar 160 sentimeter. Dia pake baju warna krem, berhijab dan tidak memakai masker. Kalau logatnya Jawa tapi pakai bahasa Indonesia saat berbicara," kata Bandiman, saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/4/2021).

Lebih lanjut, Badiman mengungkapkan, perempuan tersebut berjumpa dengannya di depan Masjid Nurul Islam, Jalan Gayam Umbulharjo.

Saat itu perempuan itu meminta dirinya mengantarkan paket makanan takjil secara offline yang terdiri dari satu bungkus lontong sate ayam dan satu bungkus snack ke rumah Tomi di Villa Bukitasri No.FF01, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Minggu (25/4) sore.

Alasan perempuan tersebut enggak punya aplikasi dan Bandiman minta ongkos pengirjman Rp25.000 tapi oleh perempuan tersebut, Bandiman diberi uang Rp30.000.

BACA JUGA : Begini Kronologi Sate Beracun dari Perempuan Misterius 

"Mbaknya terus memberikan nomer telpon pak Tomi. Kalau ditanya dari mana? Bilang saja dari pak Hamid dari Pakualaman," katanya.

Saat sampai di lokasi yang dituju, Bandiman mengaku menghubungi Tomi. Tapi, kata Tomi bilang tidak punya teman Hamid. Ibunya juga tak kenal Hamid.

"Terus ibunya minta agar paket untuk saya saja. Terus saya bawa pulang," lanjutnya.

Sesampainya di rumah Bandiman langsung membuka paket makanan itu dan disantap oleh anggota keluarganya. Dia masih sempat memakan sate sebanyak dua tusuk dan tidak merasakan apa-apa, begitu pula dengan anak pertamanya.

"Sebenarnya Naba ada juga dapat takjil dari TPA yakni Gudeg tapi karena dia memang suka sate jadi ditukar. Saya masih sempat makan dua tusuk dan tidak apa-apa. Tapi karena Naba dan istri saya makannya dicampur dengan bumbunya makanya keracunan," jelas dia.

BACA JUGA : Takjil yang Dimakan Bocah Bantul sebelum Meninggal Berasal dari Paket Misterius

Setelah memakan sate yang dicampur bumbu itu, Naba langsung merasakan pahit di tenggorokan. Dia juga sempat meminum air beberapa teguk untuk membantu sate yang terasa pahit masuk ke dalam perut. Sehabis itu dia muntah di dapur dan langsung tergeletak serta mulut mengeluarkan busa.

"Nafasnya sudah satu-satu pas disitu dan langsung saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa," ujarnya.

Sementara ibu Naba, Titik Rini, 43 mengaku langsung mendapatkan perawatan di RSUD Jogja. Namun, tidak sampai menjalani rawat inap. Sebab, dirinya sudah pulang ke rumah Minggu (25/4) malam.

"Saya pulang jam 23.30 WIB. Setelah racun dikeluarkan," katanya.