Terima Dana Ganti Rugi, Warga Terdampak Tol Mulai Bongkar Bangunan

Salah satu bangunan milik warga terdampak jalan tol di Kadirojo 2 Purwomartani, Kalasan sudah rata dengan tanah, Selasa (27/4/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
27 April 2021 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah beberapa waktu lalu menerima dana ganti kerugian pengadaan lahan tol Jogja-Solo, warga di Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan mulai membongkar sendiri bangunan miliknya.

Seperti yang terlihat di sebuah bangunan yang berdiri tidak jauh dari selokan mataram di Kadirojo 2. Lahan dan bangunan tersebut menjadi bagian dari lahan proyek jalan tol Jogja-Solo. Bangunan yang awalnya berdiri tegak di lahan tersebut, saat ini sudah rata dengan tanah.

Sejumlah barang yang masih bisa digunakan, seperti kayu kusen, pintu dan lainnya oleh pemilik bangunan diambil. Rencananya, barang-barang yang diambil dimanfaatkan kembali untuk membangun rumah.

"Iya itu ada tiga rumah dalam satu bidang tanah yang sudah dibongkar oleh pemiliknya. Miliknya pak Sugimin," kata Dukuh Kadirojo 2 Purwomartani, Petrus Budi Santosa saat dikonfirmasi Harian Jogja, Selasa (27/4/2021).

Sesuai kesepakatan antara panitia pengadaan tanah jalan tol dengan warga terdampak, kata Budi, barang-barang yang masih bisa digunakan oleh warga, boleh diambil dan dimanfaatkan kembali. "Itu legal dan sudah disepakati. Jadi bagi yang sudah menerima pembayaran ganti kerugian, kalau mau dibongkar dipersilahkan. Kalau yang belum menerima ganti kerugian, jangan dulu [dibongkar]," kata Budi.

Baca juga: Penumpang Sepi Akibat Larangan Mudik, PO Bus Pilih Istirahatkan Armada

Sampai saat ini, katanya, dari 80 pemilik lahan terdampak ada sekitar tujuh warga yang belum menerima ganti kerugian. Warga terdampak masih menunggu proses pencairan dari LMAN. "Ada rencana Jumat pekan ini dicairkan oleh LMAN. Tapi belum semuanya. Saya tidak tahu kendalanya apa. Yang jelas seluruh persyaratan yang dibutuhkan sudah clear," ujarnya.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto persiapan untuk melanjutkan tahapan pengadaan lahan tol Jogja-Solo terus dilakukan. Pihaknya akan melanjutkan proses atau tahapan penilaian lahan, bangunan dan tanaman warga ditiga padukuhan lainnya.

Proses Penilaian

Proses penilaian baik di padukuhan Temanggal 1, Kadirojo 1 maupun Cupuwatu, akan digelar setelah libur lebaran. Pihaknya masih menunggu pengesahan tugas tim appraisal dari BPN DIY. "Ya targetnya akhir Mei, tim appraisal sudah bisa turun. Diharapkan, Juni sudah ada musyawarah warga untuk tiga padukuhan tersebut," katanya.

Tidak hanya menyelesaikan proses pembayaran, Satker juga melakukan proses pembangunan fisik di Karangasem, exit Kartosuro. Satker juga terus berupaya menyelesaikan trase seksi 3 Gamping-Kulonprogo (YIA). Sampai saat ini, katanya, perubahan trase di wilayah Mlangi Gamping belum ada titik temu.

"Ya untuk trase Gamping-Kulonprogo masih ada kendala di Mlangi. Masih dibahas di tingkat pusat. Yang jelas setiap tahapan masih berjalan sesuai target karena ini termasuk proyek strategis nasional," kata Totok.